Rencana Pemulihan Infrastruktur Probolinggo Pasca Bencana: PUPR Susun Strategi Perbaikan

Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo tengah bergerak cepat merumuskan rencana pemulihan infrastruktur pasca bencana hidrometeorologi yang melanda pada Desember 2025 - Januari 2026 lalu.

10 Feb 2026 - 20:31
Rencana Pemulihan Infrastruktur Probolinggo Pasca Bencana: PUPR Susun Strategi Perbaikan
Petugas PUPR Probolinggo lakukan asessment. (Foto: Rizky Putra/SJP)

PROBOLINGGO, SJP – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kini tengah merumuskan rencana penanganan komprehensif guna memulihkan infrastruktur yang rusak parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.

Berdasarkan hasil survei lapangan, sejumlah jembatan dan jalan di berbagai kecamatan mengalami kerusakan yang cukup signifikan akibat banjir, longsor, serta cuaca ekstrem yang terjadi.

Di Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, jembatan yang berada di ruas Jalan Tiris-Tlogosari (R.052) putus sepanjang 12 meter dan lebar 4 meter. Kerusakan ini terjadi pada 12 Desember 2025 akibat pondasi jembatan yang tergerus air banjir.

Lokasi ini menjadi tanggung jawab penanganan langsung oleh PUPR Kabupaten Probolinggo, yang saat ini sedang merancang langkah-langkah perbaikan untuk mengembalikan fungsi akses jalan yang terputus.

Sementara itu, di Dusun Tunggangan RT.23 A, Desa Tiris, Kecamatan Tiris, kerusakan jembatan juga terjadi pada tanggal yang sama, yaitu 12 Desember 2025. Jembatan tersebut putus sepanjang 51 meter dengan lebar 1,6 meter, dan kasus ini telah disusulkan ke tingkat provinsi pada 22 Desember 2025.
 
"PUPR Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan pihak Provinsi Jawa Timur untuk memastikan proses perbaikan berjalan lancar dan sesuai dengan skala kerusakan yang terjadi," ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, Selasa (10/2/2026).

Hengki juga menjelaskan bahwa di Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, longsor tebing tanah yang disebabkan oleh cuaca ekstrem pada 22 Desember 2025 telah merusak ruas Jalan Andungsari-Batas Jember (R.055).

Kerusakan yang terjadi meliputi Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 4,5 meter dengan tinggi yang bervariasi dari 2 meter hingga 15 meter, serta tinggi longsor yang mencapai 4 meter.
 
"Kami telah melakukan analisis awal dan sedang menyusun desain perbaikan untuk mengatasi masalah stabilitas tanah dan memulihkan fungsi jalan tersebut," jelasnya.
 
Selain lokasi-lokasi tersebut, kerusakan juga terjadi di Dusun Poreh, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar, pada 22 Januari 2026. Di sana, sebuah jembatan putus sepanjang 12 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 8,5 meter akibat pondasi yang tergerus air banjir.

Di tempat lain, yaitu di Dusun Gilin, Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, cuaca ekstrem menyebabkan penurunan pada bagian bronjong penahan jembatan sepanjang 10 meter dan tinggi 4 meter.
 
"Untuk kedua lokasi ini, PUPR Kabupaten Probolinggo sedang melakukan penilaian teknis lebih lanjut guna menentukan metode perbaikan yang paling efektif dan efisien," terang Hengki.
 
Hingga saat ini, PUPR Kabupaten Probolinggo terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah Provinsi Jawa Timur dan instansi-instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan rencana perbaikan dapat dilaksanakan secepat mungkin, sehingga akses infrastruktur yang terganggu dapat dipulihkan dan dampak kerusakan bagi masyarakat di Kabupaten Probolinggo dapat diminimalkan. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow