Remaja di Malang Tewas usai Tenggelam saat Memancing di Sungai Krekel

Peristiwa mengenaskan itu berawal dari kail pancing milik korban tersangkut. Saat berusaha melepaskan kailnya korban terpeleset

15 Feb 2025 - 14:36
Remaja di Malang Tewas usai Tenggelam saat Memancing di Sungai Krekel
Warga berkerumun di sekitar sungai tempat korban memancing ikan. (Humaspolres Malang for SJP)

MALANG, SJP – Seorang remaja berinisial AZ (14) di Tulungrejo, Kabupaten Malang meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Krekel, Dusun Sumberagung, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, pada Jumat (14/2/2025).

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 13.00 WIB, setelah salat Jumat, ketika korban bersama rekannya, DW (13), pergi memancing. 

Sekitar pukul 16.00 WIB, kail pancing milik korban tersangkut di dasar sungai yang memiliki kedalaman sekitar 4 meter. 

Saat berusaha melepaskannya, korban yang masih duduk di bangku kelas VIII itu diduga terpeleset dan jatuh ke dalam sungai.

DW sempat mencoba menolong dengan menjulurkan kayu agar bisa diraih korban. Tetapi upaya itu tidak berhasil. Karena tidak bisa berenang, korban pun semakin tenggelam. 

Karena panik, DW segera meminta bantuan warga sekitar. Pencarian pun dilakukan oleh warga bersama petugas. Hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 17.15 WIB.

Kasihumas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. 

Petugas dari Polsek Bantur segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Ini murni kecelakaan. Setelah dilakukan identifikasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujar AKP Dadang, Jumat (14/2/2025).

Menanggapi insiden ini, Polres Malang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan. Terutama bagi anak-anak dan remaja yang belum memiliki kemampuan berenang.

"Kami mengingatkan orang tua agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di area perairan. Seperti sungai, danau, atau kolam. Jika memungkinkan, pastikan anak-anak memiliki keterampilan berenang sebagai langkah antisipasi," pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow