Rekrutmen Pegawai RSUD Temayang Bojonegoro Diduga Dijual Belikan
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa besaran pungutan atau nilai jual beli kabatan tersebut dipatok berdasarkan posisi yang diincar, antara Rp3 juta hingga Rp5 juta.
BOJONEGORO, SJP — Baru seumur jagung beroperasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang kini menjadi rasan-rasan publik.
Sebab, rumah sakit tipe C milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang baru diresmikan pada pengujung 2025 tersebut dihantam isu miring terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) atau jual beli jabatan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Aksi lancung ini mencuat di tengah ambisi Pemkab Bojonegoro dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan di wilayah selatan.
Namun, dugaan praktik jual beli kursi pegawai di rumah sakit pelat merah ini justru mencederai prinsip transparansi birokrasi.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, terdapat oknum yang diduga memanfaatkan momen rekrutmen untuk meraup keuntungan pribadi.
Calon tenaga kerja diminta menyetorkan sejumlah uang dengan nominal yang bervariasi agar dapat lolos seleksi dan bekerja di fasilitas kesehatan tersebut.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa besaran pungutan atau nilai jual beli kabatan tersebut dipatok berdasarkan posisi yang diincar, antara Rp3 juta hingga Rp5 juta.
"Permintaannya tidak seragam, bervariasi antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per orang," ungkap sumber tersebut pada Kamis (8/1/2026).
Kabar ini sontak memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya para pencari kerja yang mendambakan proses seleksi yang kompetitif dan bersih.
Dugaan praktik transaksional ini merupakan potret langkah mundur dalam upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang akuntabel
"Praktik semacam itu berpotensi melanggar hukum serta bertentangan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari pungli," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada pihak Pemkab Bojonegoro masih belum membuahkan hasil. Namun, upaya konfirmasi masih terus dilakukan. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

