Gagal Tanam, Petani di Gresik Merugi Akibat Banjir
Seperti halnya di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, banjir yang terjadi sejak, Rabu (12/11/2025), itu berdampak kepada luasan 216 hektare sawah milik petani terendam.
GRESIK, SJP — Petani di Kabupaten Gresik, merugi jutaan rupiah akibat terdampak banjir luapan aliran Sungai Kalilamong.
Seperti halnya di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, banjir yang terjadi sejak, Rabu (12/11/2025), itu berdampak kepada luasan 216 hektare sawah milik petani terendam.
"Luasan terdampak wilayah hampir seluruh pertanian, 216 hektar terendam semua," kata Kepala Desa Gluranploso, Laman (53), Senin (17/11/2025).
Laman menerangkan, petani di wilayahnya merugi jutaan rupiah lantaran bibit tanaman padi yang baru ditanam hanyut dan rusak.
Di mana rata-rata kerugian petani 100 kilogram bibit tanaman padi per hektar ludes. Menurut dia, 100 kilogram bibit tanaman padi dibeli dengan harga Rp1,5 juta.
"Petani merasa rugi karena sudah musim tanam pertama, di mana hampir rata-rata sudah menanam," jelasnya.
Lanjut Laman, cuaca musim penghujan ini menjadi momentum yang ditunggu-tunggu para petani. Namun sebaliknya, aliran air banjir menjadi kekecewaan para petani.
Pemerintah desa mengaku sudah mengupayakan penanganan cepat melapor ke pihak berwenang dalam mitigasi maupun penanganan dampak banjir.
"Pihak desa berupaya sudah mengajukan pihak berwenang BPBD, direspon secepatnya alat berat didatangkan dibendung setelah banjir surut," paparnya.
Diketahui sebelumnya, Kalaksa BPBD Gresik Sukardi, mengungkap banjir imbas luapan aliran Sungai Kalilamong sudah surut.
Pihaknya mencatat banjir tersebut berdampak kepada lima desa di tiga kecamatan Gresik, meliputi ratusan rumah, jalan raya, fasilitas umum, hingga ratusan lahan pertanian. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

