Refokusing Anggaran Tak Pengaruhi Disparbudpora Bondowoso, Revalidasi UGG Ijen Geopark Jadi Prioritas
Disparbudpora ternyata tidak terpengaruh dengan rencana refokusing anggaran yang akan dilakukan pemerintah pusat, imbas dari terbitnya Inpres Nomor 1 tahun 2025 dan KMK Nomor 29 Tahun 2025.
BONDOWOSO, SJP – Terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 29 Tahun 2025, nampaknya berdampak pada pengeprasan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di seluruh kabupate/kota se Indonesia.
Termasuk di Kabupaten Bondowoso, saat ini tim anggaran pemerintah daerah (TPAD) akan menganalisis anggaran di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar pembangunan infrastruktur bisa berjalan. Hal ini jelas akan ada pengurangan anggaran di semua OPD.
Namun, untuk Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) disinyalir ada skala prioritas anggaran yang perlu dipertahankan, atau bahkan tidak bisa dikurangi. Karena, anggaran itu akan digunakan untuk persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) Ijen Geopark di tahun 2026 mendatang.
Rencana pengeprasan anggaran yang bakal dilakukan oleh pemerintah pusat pun, ternyata tidak banyak berpengaruh pada Disparbudpora. Karena selama ini, kata Mulyadi, Kepala Disparbudpora, pihaknya sudah melaksanakan rekomendasi hasil asesmen dari UGG.
“Kita tidak terlalu terpengaruh soal refokusing anggaran, karena memang kita tinggal memberdayakan masyarakat dan memelihara objek wisata yang sudah ada. Selama tahun 2023 hingga 2024 kemarin, semua fasilitas dan sarana prasarana sudah kami lengkapi semua, sesuai dengan rekomendasi hasil asesmen tim UGG,” terangnya, Jumat (7/2/2025) kepada suarajatimpost.com.
Sementara itu, anggaran untuk revalidasi UGG ini, kata Mulyadi, akan digunakan untuk mengamankan status hijau UGG Ijen Geopark yang pada Desember tahun 2024 lalu dinobatkan sebagai UGG terbaik di Indonesia.
“Untuk kita ada skala prioritas menghadapi revalidasi UGG tahun 2026. Kalau sampai warna kita turun dari hijau ke kuning, akan berdampak luas. Artinya UGG Ijen Geopark tidak ada perkembangan tentang pelayanan kita kepada wisatawan dan masyarakat,” ungkapnya.
Kendati demikian, dirinya tetap optimistis Ijen Geopark yang ada di kawasan Bondowoso dan Banyuwangi ini, tetap menjadi UGG terbaik nasional. Karena, dua bulan yang lalu, pra revalidasi menilai Ijen Geopark tetap konsisten berada di level terbaik se Indonesia.
“Itu karena beberapa faktor, saat kita menjalankan beberapa rekomendasi hasil asesmen dari tim UGG. Pertama tentang permbedayaan masyarakat, kemudian pelayanan kesehatan di lokasi situs Ijen Geopark dan yang ketiga adalah edukasi yang melibatkan pelajar dari tingkat TK sampai perguruan tinggi,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Geopark Ijen di Jawa Timur dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) terbaik di Indonesia. Penghargaan ini diraih di ajang Anugerah Bangga Bumi Indonesia (ABBWI) dan Anugerah Bumi Indonesia (ABBI) 2024.
Geopark Ijen merupakan kawasan geopark yang terbentang di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Geopark ini memiliki banyak daya tarik, di antaranya:
• Fenomena alam blue fire di Kawah Ijen
• Kawah Bulan Sabit
• Kawah Wurung
• Kawah Ilalang
• Air Terjun Blawan
• Niagara Kecil di Blawan
• Sungai Hijau, Kalipait
• Habitat bagi 14 jenis flora, 27 jenis fauna, dan 6 jenis mamalia
• Danau paling asam di dunia
UNESCO Global Geopark adalah kawasan geografis yang dikelola dengan konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

