Rebutan Telur Gratis di Blitar Berujung Petaka, 12 Warga Jadi Korban Copet
Aksi pembagian telur gratis yang digelar peternak ayam petelur di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Kecamatan Kanigoro, Senin (1/6/2026), berakhir kurang menyenangkan bagi sejumlah warga. Di tengah ramainya masyarakat yang berebut telur gratis, sedikitnya 12 orang dilaporkan menjadi korban pencopetan.
BLITAR, SJP - Aksi pembagian telur gratis yang digelar peternak ayam petelur di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Kecamatan Kanigoro pada Senin (1/6/2026), berakhir kurang menyenangkan bagi sejumlah warga.
Di tengah ramainya masyarakat yang berebut telur gratis, sedikitnya 12 orang dilaporkan menjadi korban pencopetan.
Pembagian telur tersebut merupakan bagian dari aksi peternak yang memprotes anjloknya harga telur di tingkat peternak. Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi untuk mendapatkan telur yang dibagikan secara cuma-cuma.
Namun, padatnya kerumunan ternyata dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Setelah kegiatan berlangsung, sejumlah warga mulai menyadari telepon genggam dan barang berharga milik mereka hilang.
Mayoritas korban merupakan ibu-ibu yang ikut mengantre dalam kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya langsung melapor kepada petugas keamanan dan panitia usai pembagian telur selesai.
Salah seorang warga bernama Reva Andra mengaku sempat memergoki seseorang yang diduga hendak mencopet barang miliknya saat suasana antrean semakin padat.
"Saya didorong dari belakang, lalu ada tangan masuk ke kantong saya. Langsung saya pegang tangannya, saya "piting" dan saya serahkan ke petugas," ujar Reva, Senin (1/6/2026).
Berkat kesigapannya, seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi pencopetan berhasil diamankan oleh petugas yang berjaga di lokasi. Terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Kanigoro untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Anggota Reskrim Polsek Kanigoro, Aiptu Tatang, membenarkan adanya laporan pencopetan yang terjadi saat kegiatan pembagian telur gratis berlangsung.
Menurutnya, hingga saat ini sedikitnya 12 warga telah melapor kehilangan handphone maupun barang berharga lainnya. Polisi masih melakukan pendataan terhadap para korban sekaligus mendalami kemungkinan adanya pelaku lain.
"Pelaku satu orang mengaku warga Jombang, namun identitas yang dibawa menunjukkan alamat Surabaya. Saat ini masih kami periksa dan kami kembangkan," kata Tatang.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap barang bawaan saat berada di tengah kerumunan. Sementara itu, penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam aksi pencopetan yang terjadi di lokasi pembagian telur gratis tersebut. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

