Realisasi Pajak Daerah Gresik Stagnan di 87%, Rp 141 Miliar Terancam Tak Tercapai
Dari target Rp 1.098.185.913.376, penerimaan baru terealisasi sebesar Rp 957.044.822.834.
GRESIK, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, dihadapkan pada tantangan berat menjelang akhir tahun anggaran 2025.
Realisasi penerimaan pajak daerah hingga 9 November 2025 baru mencapai 87,15 persen dari target ambisius sebesar Rp 1,09 triliun. Artinya, Pemkab Gresik harus mengejar sisa penerimaan sekitar Rp 141 miliar dalam waktu kurang dari dua bulan.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, Andhy Hendro Wijaya, merinci bahwa dari target Rp 1.098.185.913.376, penerimaan baru terealisasi sebesar Rp 957.044.822.834.
"Realisasi pajak daerah telah mencapai Rp 957.044.822.834 atau 87,15 persen dari target hingga 9 November 2025," kata Andhy Hendro, Rabu (10/12/2025).
Meski secara umum penerimaan ditopang oleh sektor industri, properti, perhotelan, dan restoran (PHR), serta beberapa jenis pajak seperti Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) telah melampaui target 100 persen, kinerja Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) masih menjadi sorotan.
Dari target PBJT sebesar Rp 335,2 miliar, capaian hingga November baru mencapai Rp 306,7 miliar atau 91,51 persen. Hanya PBJT Makanan dan Minuman yang berhasil melampaui 100 persen.
BPPKAD Gresik berjanji akan memaksimalkan realisasi pencapaian pajak daerah hingga tenggat waktu 31 Desember 2025.
Strategi kunci yang diandalkan adalah ekstensifikasi pajak melalui penambahan wajib pajak baru.
"Ekstensifikasi pajak melalui penambahan wajib pajak baru, akan menjadi strategi kunci melihat potensi basis pajak di Gresik yang masih luas dan belum seluruhnya tergarap," jelasnya.
Di sisi lain, BPPKAD Gresik menekankan pentingnya penerapan teknologi tapping box sebagai perangkat elektronik perekam transaksi di tempat usaha wajib pajak (hotel, restoran, hiburan, dan parkir) yang terhubung real-time ke server pemda. Sistem ini diklaim berdampak signifikan pada kenaikan PBJT makanan dan minuman.
"Saat ini terdapat 173 unit tapping box yang terpasang 142 di restoran, 15 di lokasi parkir, 9 di hotel, dan 6 di tempat hiburan. Tahun ini akan ditambah 30 unit baru," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

