Progres KDMP di Bojonegoro Capai 80 Persen, Ratusan Desa Siap Jadi Motor Ekonomi Baru
Ratusan desa saat ini tengah mengebut penyelesaian gedung koperasi yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
BOJONEGORO, SJP - Kabupaten Bojonegoro bersiap memasuki babak baru penguatan ekonomi kerakyatan. Hingga akhir Desember 2025, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah ini menunjukkan capaian menggembirakan dengan progres fisik rata-rata menembus angka 80 persen.
Ratusan desa saat ini tengah mengebut penyelesaian gedung koperasi yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Dari total 419 desa dan 11 kelurahan di Bojonegoro, sebanyak 384 titik telah memasuki tahap konstruksi aktif.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan, program KDMP tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, tujuan utama dari koperasi desa ini adalah membangun ekosistem ekonomi yang benar-benar hidup dan berkelanjutan.
“Yang kami siapkan bukan hanya gedung. Harapannya, begitu bangunan selesai, koperasi langsung beroperasi, ada transaksi nyata, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Letkol Dedy, Rabu (24/12/2025).
Ia menjelaskan, penentuan lokasi gedung KDMP dilakukan melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes). Langkah ini diambil agar titik pembangunan benar-benar strategis serta memiliki potensi konsumen yang jelas.
“Sebelum menentukan lokasi, kami pastikan ada Musdes. Tujuannya supaya koperasi berdiri di tempat yang tepat dan memiliki peluang berkembang,” tambahnya.
Meski secara umum progres berjalan positif, Dedy mengakui masih ada sejumlah kendala di lapangan. Tidak semua desa memiliki kecepatan pembangunan yang sama. Sebagian titik bahkan masih berada di kisaran 50 persen.
“Kendala utama ada pada keterbatasan anggaran di beberapa desa. Namun dari sisi administrasi dan perizinan semuanya sudah clear,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, desa yang mengalami keterbatasan pendanaan dipersilakan mengajukan bantuan ke instansi di atasnya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Lebih lanjut, Dedy menegaskan, Kodim 0813 Bojonegoro berperan sebagai mitra pendamping di lapangan. Sementara kebijakan teknis dan pembiayaan sepenuhnya mengikuti mekanisme Pemerintah Daerah.
“Pelaksanaan KDMP ini relatif fleksibel. Penyesuaiannya mengikuti kemampuan dan kondisi masing-masing desa,” jelasnya.
Dengan sisa waktu pelaksanaan yang ada serta koordinasi lintas sektoral yang terus diperkuat, program KDMP diharapkan mampu menjadi pijakan awal kemandirian ekonomi desa sekaligus kado akhir tahun bagi masyarakat Bojonegoro menuju 2026. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

