Ramadan di Tengah Pancaroba, Pemkot Surabaya Pastikan Puskesmas Tetap Buka dan Siaga 24 Jam
Selama Ramadan, layanan pagi Puskesmas dibuka pada Senin hingga Kamis pukul 08.00–14.00 WIB, Jumat pukul 08.00–11.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00–12.00 WIB. Sementara layanan sore berlangsung Senin hingga Jumat pukul 14.00–16.30 WIB.
SURABAYA, SJP - Bulan suci Ramadan 1446 Hijriah atau 2026 Masehi datang di masa transisi musim. Di periode ini, cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang kerap melanda Surabaya.
Kondisi tersebut bukan hanya berdampak pada aktivitas warga, tetapi juga berpotensi memicu gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan, kelelahan, hingga penyakit akibat daya tahan tubuh yang menurun saat berpuasa.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh Puskesmas tetap memberikan pelayanan kesehatan selama Ramadan 2026. Meski terdapat penyesuaian jam operasional, akses layanan bagi masyarakat ditegaskan tetap berjalan optimal.
Kepastian itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.17.1/2550/436.7.2/2026 tentang Pengaturan Jam Pelayanan selama Bulan Suci Ramadan 1446 H/2026 M di lingkungan fasilitas kesehatan milik Pemkot Surabaya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa pelayanan tidak dihentikan, hanya disesuaikan dengan ritme Ramadan.
"Seluruh Puskesmas tetap memberikan pelayanan kesehatan selama Ramadan dengan jam operasional yang telah disesuaikan, sehingga masyarakat tetap bisa mengakses layanan secara nyaman," ujar Nanik, saat dikonfirmasi pada Rabu (4/3/2026).
Selama Ramadan, layanan pagi Puskesmas dibuka pada Senin hingga Kamis pukul 08.00–14.00 WIB, Jumat pukul 08.00–11.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00–12.00 WIB. Sementara layanan sore berlangsung Senin hingga Jumat pukul 14.00–16.30 WIB.
Nanik menjelaskan, penyesuaian ini dilakukan tanpa mengurangi jenis layanan yang tersedia. Seluruh Puskesmas di Surabaya tetap membuka layanan pemeriksaan umum, kesehatan gigi, kesehatan ibu dan anak (KIA), layanan gizi, psikologi, pengobatan tradisional (batra), laboratorium, hingga pelayanan kesehatan keluarga.
Ia juga memastikan layanan kegawatdaruratan tetap menjadi prioritas utama, terutama di tengah potensi peningkatan kasus kesehatan akibat cuaca ekstrem dan perubahan pola aktivitas masyarakat selama puasa.
“Untuk Puskesmas rawat inap, layanan gawat darurat tetap buka 24 jam. Sedangkan yang non-rawat inap tetap siap on call apabila ada kasus kegawatdaruratan,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, Puskesmas rawat inap di Surabaya tetap beroperasi penuh selama 24 jam. Sementara Puskesmas non-rawat inap mengikuti jam operasional Ramadan, namun tetap siaga dan dapat dihubungi kapan pun jika terjadi kondisi darurat.
Tak hanya layanan pengobatan, program imunisasi serta layanan kesehatan ibu dan anak juga tetap berjalan selama Ramadan. Bahkan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan terkait pelaksanaan puasa, yang difasilitasi tenaga promosi kesehatan di masing-masing Puskesmas.
Di sisi lain, Dinkes Surabaya juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah puasa di tengah cuaca yang tak menentu. Warga dianjurkan melakukan aktivitas fisik ringan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat sahur dan berbuka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama Ramadan dengan pola hidup sehat, agar ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar,” pungkas Nanik.
Dengan kepastian layanan ini, Pemkot Surabaya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak ragu mengakses fasilitas kesehatan selama Ramadan, sekalipun cuaca ekstrem melanda kota. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

