Semeru Siaga, Warga Diminta Tinggalkan Zona Bahaya
Gunung Semeru masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan status level III (siaga)
LUMAJANG, SJP - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berstatus level III (siaga) masih tinggi, membuat Aliran Sungai Besuk Kobokan di Lumajang, Jawa Timur, tetap berada dalam zona rawan bencana.
Peningkatan aktivitas vulkanik ini memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama di area sekitar sungai tersebut, sehingga masyarakat diminta waspada dan menghindari area dalam radius 13 km dari puncak, khususnya di sektor tenggara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi, dengan Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria, mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi jarak aman yang telah ditetapkan, yaitu tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 km dari puncak Gunung Semeru.
"Untuk keselamatan bersama, kami imbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak beraktivitas di area sektor tenggara Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari puncak Semeru," ujar Lana Saria, Rabu (4/3/2026).
Lana Saria menekankan bahwa di luar radius 13 km dari puncak Gunung Semeru, masyarakat tetap harus waspada dan tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai, karena area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Badan Geologi mengingatkan potensi lahar susulan di Gunung Semeru saat hujan, karena material vulkanik bisa terbawa arus dan mengancam wilayah hilir.
Sungai-sungai lain seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat yang berhulu di Semeru juga berisiko terdampak lahar. Interaksi material piroklastik dengan air hujan dapat memicu erupsi sekunder dan memperburuk kondisi aliran lahar.
Pemerintah daerah diimbau terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau aktivitas Gunung Semeru, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
"Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah harus terus berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Semeru dan Gunung Sawur untuk memastikan mitigasi bencana berjalan efektif," pungkasnya.
Aktivitas vulkanik Semeru terus diawasi dan dikaji secara periodik. Warga diharapkan mengikuti aturan pembatasan di Besuk Kobokan untuk mengurangi potensi bahaya. (**)
Sumber: BeritaSatu
Penulis: Paskalis Arakat, Mahasiswa Magang Unitri
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

