Rakernas PCTA di Jombang Bahas Isu Kelahiran Presiden RI Pertama Soekarno di Ploso Jombang

Isu kelahiran presiden pertama Republik Indonesia Soekarno di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

01 Jun 2025 - 21:46
Rakernas PCTA di Jombang Bahas Isu Kelahiran Presiden RI Pertama Soekarno di Ploso Jombang
Kegiatan Rakernas PCTA Indonesia di Jombang salah satunya bahasa kelahiran presiden Soekarno. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) di Hotel Yusro Kecamatan Peterongan Jombang, Sabtu (31/05/2025). 

Acara menghadirkan Dewan Penyantun PCTA Indonesia, Romo Kyai Muchammad Muchtar Mu'thi pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Jombang berikut para romo dari berbagai lintas agama. Acara itu juga dihadiri Ketua DPP PCTA, I Dewa Nyoman S Hartana, pengurus DPD PCTA dan ratusan tamu undangan. 

Sekretaris Jenderal PCTA Indonesia, Ismu Syamsuddin menyebut ada lima isu yang diangkat dalam rakernas. Termasuk isu kelahiran Presiden RI pertama, Ir. Soekarno (Bung Karno), pada 6 Juni 1920 di Gang Buntu Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. 

Bahkan, terdapat berbagai bukti peninggalan sang proklamator kemerdekaan Republik Indonesia (RI) masih tersimpan di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang seperti rumah dan tempat pusar ari-ari.

"Dari bukti-bukti artefak tersebut, Bung Karno memang dilahirkan di Rejoagung gang Buntu, Ploso Kabupaten Jombang tanggal 6 Juni 1902," ucap Ismu Syamsuddin dalam pesan diterima wartawan, Ahad (1/6/2025). 

Selanjutnya, juga isu strategis nasional dan fasa kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945. Menurut Ismu, berdasar fakta pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah kemerdekaan Bangsa Indonesia, bukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Itu juga sesuai dari teks proklamasi, bahwasanya NKRI baru lahir kemudian setelah proklamasi kemerdekaan," ujar Ismu. 

Berdasar informasi Ketua DPP PCTA, I Dewa Nyoman S Hartana menyampaikan, ada tiga program dibahas dalam rakernas. Yakni, program nasional pembangunan Monumen Piramida PCTA Indonesia.

Selain itu Program Nasional Rumah Syukur Hari Pahlawan Tahun 2025 serta Program Nasional Gerakan Syukur Ketahanan Pangan gagasan Presiden RI Prabowo Subianto melalui program Asta Cita.

Pada tahun sebelumnya, Program Nasional Rumah Syukur Hari Pahlawan telah membangun puluhan rumah layak huni. Sedangkan pada tahun 2025, sesuai kemampuan DPD dan DPC di seluruh Indonesia akan membangun sekira 30 unit.

"Di program ini rencananya akan membangun rumah syukur kurang lebih 30 an unit di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Pahlawan," ungkap I Dewa Nyoman S Hartana.

"Jadi kalau ditotal keseluruhan rumah syukur pada tahun ini terlaksana ada sebanyak 70 unit rumah syukur," imbuhnya. 

Pada Rakernas juga dibahas berkenaan dengan program ketahanan pangan. Pihaknya menyarankan program konkret ketahanan pangan dengan menanam uwi atau ubi ungu minimal 10 hektar setiap Kabupaten atau Kota dalam setahun, karena jarak panen 3 bulan. 

"Penanaman umbi-umbian ini sebagai pangan alternatif yang kaya akan karbohidrat dan dapat diolah menjadi produk pangan," tandasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow