Renungan di Bawah Pohon Kepuh: Refleksi Hari Lahir Pancasila di Bumi Kediri

Alih-alih hanya menggelar upacara formal dan pidato kenegaraan, tasyakuran Hari Lahir Pancasila 1 Juni tahun ini dirayakan dengan merenung bersama di bawah pohon Kepuh. Pohon ini diyakini sebagai tempat awal mula Soekarno menggali gagasan Pancasila pada tahun 1918. 

02 Jun 2025 - 07:32
Renungan di Bawah Pohon Kepuh: Refleksi Hari Lahir Pancasila di Bumi Kediri
Renungan di bawah pohon kepuh pada tasyakuran Hari Lahirnya Pancasila. (Foto: Dokumentasi Situs nDalem Pojok)

KEDIRI – Belasan orang duduk berkeliling dalam hening. Lilin-lilin berderet melingkari pohon kepuh di tepi sungai, ujung apinya bergoyang mengikuti hembusan angin. 17 menit berselang, renungan usai. Para peserta diberi kertas. Tuliskan isi hati dan pemikiran mereka. 

Itulah refleksi hening mensyukuri Hari Lahir Pancasila di Situs Persada Sukarno, Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (01/06/2025) malam.

Alih-alih hanya menggelar upacara formal dan pidato kenegaraan, tasyakuran Hari Lahir Pancasila 1 Juni tahun ini dirayakan dengan merenung bersama di bawah pohon Kepuh. Pohon yang terletak di belakang Situs nDalem Pojok ini diyakini sebagai tempat awal mula Soekarno menggali gagasan Pancasila pada tahun 1918. 

Renungan ini berlangsung selama 17 menit, sebagai simbol dari tanggal kemerdekaan Indonesia. Usai perenungan, hasil perenungan ini kemudian didiskusikan bersama dalam sesi kebangsaan.

Tema yang diangkat dalam perenungan ini pun mengajak setiap peserta untuk bertanya kepada diri sendiri: “Apakah kita tidak bangga dan bersyukur memiliki Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia?”

Refleksi ini bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga membangun rasa syukur yang konkret terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

Kushartono, Ketua Harian Situs Persada Sukarno Kediri, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hasil ciptaan instan, tetapi buah dari perenungan panjang dan mendalam Bung Karno.

“Presiden Soekarno pernah mengatakan ‘Aku tidak menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.’ Artinya penggalian Pancasila ini tidak mudah, apalagi bisa disepakati menjadi dasar negara, lebih tidak mudah lagi,” ungkapnya.

“Untuk itu kita harus bersyukur dengan cara mengamalkan dan mengajarkan dari generasi ke generasi. Dan untuk memunculkan rasa syukur ini bisa kita tempuh dengan merenung. Lebih-lebih bisa merenung di bawah pohon Kepuh tempat awal Bung Karno menggali Pancasila sebelum di Ende,” tambah Kushartono.

Ia pun mengingatkan kembali isi pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, yang menyebut bahwa penggalian nilai-nilai Pancasila sudah dimulai sejak tahun 1918 di Kediri, jauh sebelum perenungan Bung Karno di Ende tahun 1938 dan pengucapannya di Jakarta tahun 1945.

Lukito Sudiarto, Ketua Panitia Tasyakkuran Hari Pancasila Persada Sukarno Kediri, mengatakan  tasyakkuran Hari Pancasila rutin digelar setiap tahun dan terbuka untuk umum. “Dan tahun ini sedikit berbeda karena ada kegiatan merenung bersama di bawah pohon Kepuh awal mula Soekarno menggali Pancasila pada tahun 1918,” ujar Lukito.

Dukungan terhadap penelusuran sejarah ini juga datang dari aktivis sosial kebangsaan asal Kampung Inggris Pare, Ari Hakim. Ia mengungkapkan bahwa jejak awal penggalian Pancasila di bumi Kediri tengah dikaji secara serius.

“Hal ini sudah kita kaji berulang kali dan bertahun-tahun dan sekarang sedang dipersiapkan untuk kita jadikan sebuah buku dengan rancangan judul ‘Bumi Kediri Awal Muda Soekarno Menggali Pancasila Tahun 1918’ meski sampai hari ini masih berproses,” pungkas Ari.

Di bawah rimbunnya pohon Kepuh yang penuh sejarah, warga Kediri lebih dari sekadar mengenang kelahiran Pancasila, tapi juga merenungi bagaimana mengimplementasikannya sebagai pandangan hidup bangsa. Perenungan ini menjdi upaya kecil namun bermakna untuk menjaga api Pancasila tetap menyala dalam sanubari bangsa. (**)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow