Puluhan Tabung LPG Meledak di Kontrakan Jombang, Tiga Orang Kritis, Diduga Gudang Ilegal?
Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari kebocoran gas LPG, mengingat terdapat puluhan tabung yang disimpan di dalam rumah kontrakan tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan legalitas penyimpanan tabung tersebut.
JOMBANG, SJP–Insiden mengerikan menimpa sebuah rumah kontrakan yang menampung puluhan tabung LPG di Dusun Jambu, Desa Jabon, Kecamatan Jombang.
Bangunan tersebut meledak dan ludes terbakar pada Rabu (18/3/2026) dini hari, menyebabkan tiga penghuni rumah menderita luka bakar serius.
Ledakan hebat dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.35 WIB. Warga setempat dikejutkan oleh dentuman keras dari dalam rumah milik Hari, yang seketika disusul kobaran api yang membubung tinggi.
"Tiba-tiba terdengar ledakan, lalu api langsung membesar dari dalam rumah," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, membenarkan peristiwa tersebut.
Pihaknya menerima laporan sesaat setelah ledakan memicu kepanikan warga.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 00.40 WIB dan tim langsung diberangkatkan ke lokasi," ujarnya.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, namun terkendala besarnya kobaran api yang membahayakan keselamatan.
Petugas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi pukul 00.46 WIB segera melakukan isolasi api dan pembasahan.
"Penanganan berlangsung hingga pukul 03.00 WIB. Setelah itu, api dinyatakan padam dan situasi dinyatakan aman," kata Wiku.
Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari kebocoran gas LPG, mengingat terdapat puluhan tabung yang disimpan di dalam rumah kontrakan tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan legalitas penyimpanan tabung tersebut.
"Indikasi awal memang mengarah ke kebocoran gas, tetapi masih didalami oleh kepolisian," tambahnya.
Tiga korban yang mengalami luka bakar telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Ketiganya merupakan warga Sengon, masing-masing adalah Ahmad Yani (35) mengalami luka bakar 20 persen, Abdul Rokim (43) mengalami luka bakar 50 persen dan Muhammad Rokip (35) mengalami luka bakar 25 persen.
Akibat ledakan ini, bangunan berukuran 8 x 18 meter tersebut mengalami kerusakan struktur yang parah. Kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.
Sejumlah unsur dari Damkar Jombang, Pusdal Ops, serta Polres Jombang terlibat langsung dalam penanganan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Wiku. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

