BONDOWOSO, SJP – Pagi ini, udara lereng Gunung Raung terasa lebih sejuk dari biasanya. Ratusan orang berkumpul di Petak 29A, RPH Sukorejo BKPH Sukosari KPH Bondowoso, Kecamatan Sumberwringin, Rabu (11/2/2026).
Mereka datang bukan untuk sekadar seremoni memperingari Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT Ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), melainkan membawa bibit-bibit pohon dengan satu niat yang sama, bersedekah oksigen bagi masa depan.
Gerakan yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso bersama Perhutani KPH Bondowoso ini, menjadi penanda bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh dari siapa saja, termasuk insan pers.
Tanam Pohon, Wariskan Sejuta Oksigen
Mengusung tema “Tanam Pohon, Wariskan Sejuta Oksigen”, aksi ini terlaksana berkat kolaborasi PWI Bondowoso bersama Perhutani KPH Bondowoso. Sekitar 300 peserta dari berbagai latar belakang, elemen dan lintas sektor ambil bagian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Dr. Fathur Rozi, Ketua DPRD Ahmad Dhafir, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, Administratur Perhutani Misbakhul Munir, jajaran OPD, ulama, organisasi kepemudaan, mahasiswa, forum anak, pemandu gunung, asosiasi media, hingga organisasi masyarakat.
Sekda Bondowoso, Fathur Rozi, hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati yang berhalangan karena agenda kedinasan. Ia menyampaikan salam hormat dari kedua pimpinan daerah dan harapan agar gerakan ini membawa manfaat jangka panjang.
Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar aktivitas simbolik, melainkan langkah konkret menjaga keseimbangan alam.
“Manfaatnya mungkin tidak langsung terlihat. Tapi sedekah oksigen ini sangat berarti bagi kehidupan kita. Selain berdampak pada lingkungan, juga bernilai ibadah,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan penghijauan serupa sebelumnya telah dilakukan di beberapa kecamatan seperti Sukosari, Curahdami, dan Maesan. Sumberwringin menjadi titik lanjutan dari komitmen bersama merawat alam Bondowoso.
Ketika Anak-Anak Ikut Menanam Harapan
Di antara ratusan peserta, puluhan siswa PAUD dan SD menjadi pemandangan paling menghangatkan. Dengan tangan kecil mereka, bibit-bibit pohon ditanam di tanah lereng yang subur.
Khairunnisa (5), siswi TK yang ikut dalam aksi tersebut, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
“Saya senang sekali ikut aksi ini. Ikut melestarikan alam,” tuturnya polos.
Sementara Fathor (8), siswa SD di Sumberwringin, mengaku memang menyukai suasana hutan. Ia bahkan kerap ikut ayahnya ke hutan.
“Saya senang lihat alam yang hijau. Kalau ada aksi seperti ini, saya mau ikut lagi,” katanya penuh semangat.
Di wajah-wajah kecil itu, tersimpan harapan besar. Mereka mungkin belum sepenuhnya memahami isu perubahan iklim atau krisis lingkungan. Namun langkah kecil mereka hari itu menjadi simbol bahwa kesadaran menjaga bumi harus ditanam sejak dini.
HPN yang Tak Hanya Seremonial
Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Ke-80 PWI. Namun, pihaknya sengaja memilih cara yang berbeda.
Menurutnya, peringatan HPN tidak harus berhenti pada seremoni atau diskusi. Ada tanggung jawab moral yang lebih luas, termasuk pada kelestarian lingkungan.
“Kami ingin HPN diisi dengan kegiatan yang memberi manfaat jangka panjang. Penghijauan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap alam,” ujarnya.
Gerakan bertajuk "Sedekah Oksigen" ini, lanjutnya, menjadi ajakan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
“Kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Investasi Hijau untuk Masa Depan
Penanaman pohon memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem, mengurangi risiko banjir dan longsor, serta memperbaiki kualitas udara. Di wilayah lereng seperti Sumberwringin, keberadaan pepohonan menjadi benteng alami bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.
"Gerakan ini bukan hanya tentang menanam hari ini, melainkan tentang apa yang akan tumbuh di masa depan, udara yang lebih bersih, tanah yang lebih kuat, dan generasi yang lebih peduli," ungkap Misbakhul Munir, Adm Perhutani KPH Bondowoso.
“Semoga apa yang kita tanam hari ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi Bondowoso,” imbuhnya.
Di lereng Raung, kata Munir, ratusan bibit kini tertanam. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun hingga mereka tumbuh besar dan menaungi bumi.
"Namun dari sanalah oksigen kehidupan akan terus mengalir, sebagai sedekah tanpa henti untuk generasi mendatang," pungkasnya.
Peringtan HPN dan HUT Ke-80 PWI tahun ini, juga diisi dengan serangkaian kegiatan sosial lainnya. Seperti, cek kesehatan gratis, pengobatan gratis, donor darah, pasar murah dan santunan kepada 20 anak yatim dan dhuafa. (*)
Editor : Rizqi Ardian