Puluhan Rumah di Lumajang Rusak Parah Diterjang Awan Panas Semeru

Puluhan unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga total, sekolah dan musala juga dilaporkan tertimbun material erupsi. Jalan desa juga tertutup timbunan lahar yang masih hangat, yang secara signifikan menghambat mobilitas warga dan upaya evakuasi barang.

20 Nov 2025 - 13:33
Puluhan Rumah di Lumajang Rusak Parah Diterjang Awan Panas Semeru
Kondisi Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang setelah tersapu awan panas disertai material lahar dari erupsi Gunung Semeru. (Beritasatu.com)

LUMAJANG, SJP – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11/2025) sore telah mengakibatkan kerusakan parah di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. 

Data awal menunjukkan puluhan rumah warga, serta sejumlah fasilitas umum, hancur tersapu oleh awan panas guguran (APG) dan material lahar.

Material erupsi berupa abu, pasir, dan batuan panas yang terbawa arus lahar Semeru menimbun pemukiman dan infrastruktur. 

Pantauan di lokasi pada Kamis (20/11/2025) memperlihatkan kondisi Dusun Sumbersari yang nyaris rata dengan tanah.

Puluhan unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga total, sekolah dan musala juga dilaporkan tertimbun material erupsi.

Jalan desa juga tertutup timbunan lahar yang masih hangat, yang secara signifikan menghambat mobilitas warga dan upaya evakuasi barang.

"Ini sedang menyelamatkan peralatan yang masih bisa dibawa. Sementara ini mengungsi dahulu karena rumah sudah habis rata dengan tanah," ujar Zubaeri, salah seorang korban terdampak.

Respons cepat dilakukan untuk mengevakuasi ratusan warga dari Desa Supiturang dan wilayah sekitar. Para pengungsi kini ditempatkan di beberapa lokasi aman di Kecamatan Pronojiwo, termasuk balai desa dan gedung sekolah, guna menghindari potensi aliran lahar susulan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mengonfirmasi bahwa status Gunung Semeru telah dinaikkan ke Level IV (Awas) pasca-erupsi pada Rabu sore. 

Peningkatan status ini memicu peringatan keras kepada masyarakat untuk menjaga jarak aman dari daerah rawan, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, yang menjadi jalur utama aliran lahar dingin dan panas.

Petugas gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, relawan, dan aparat keamanan, kini fokus pada beberapa upaya krusial. Mulai dari verifikasi data kerusakan dan kerugian material secara komprehensif, memastikan tidak ada warga yang terjebak di area terdampak dan menjaga ketat akses menuju desa karena sebagian besar jalur mengalami kerusakan berat dan dinilai membahayakan bagi kendaraan.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berusaha mengais sisa-sisa harta benda yang dapat diselamatkan sebelum sepenuhnya menuju titik pengungsian terdekat. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya menyediakan bantuan logistik dan fasilitas bagi para pengungsi. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow