Tiga Bidang, Tiga Prestasi: Siswa SMAK Frateran Surabaya Unjuk Kemampuan di Ajang Nasional

Tiga prestasi nasional berhasil dipersembahkan siswa-siswi SMAK Frateran Surabaya, menunjukkan kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan komunikasi yang membuat sekolah ini kembali tampil menonjol di tingkat nasional.

20 Nov 2025 - 12:46
Tiga Bidang, Tiga Prestasi: Siswa SMAK Frateran Surabaya Unjuk Kemampuan di Ajang Nasional
Salah satu kebanggaan Frateran: Gwen Soesanto sukses menembus 10 besar Outstanding Young Artist Award 2025 melalui teknik visual five point perspective (Dok. Frateran Surabaya)

SURABAYA, SJP - SMA Katolik Frateran Surabaya terus membuktikan komitmennya dalam membina peserta didik agar tumbuh sebagai generasi yang berprestasi dan berkarakter. 

Dengan pendekatan pembelajaran yang mendorong kreativitas, ketekunan, serta keberanian mencoba hal baru, sekolah yang terletak di daerah Surabaya Utara itu kembali mengantarkan para siswanya meraih sejumlah capaian bergengsi di tingkat nasional. 

Deretan prestasi yang lahir pada penghujung 2025 menunjukkan bahwa siswa-siswi Frateran tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersinar di ranah seni dan komunikasi publik.

Prestasi Edu Champion: Michael & Alvin Raih Juara 2 Nasional

Dua siswa kelas XI NSc, Michael Brilliant Jeferson dan Alvin Kenan Nasution, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Edu Champion yang diadakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) – Petra Christian University pada 18 dan 25 Oktober 2025. 

Kompetisi yang digelar semi luring (semi offline) tersebut mempertemukan sekitar 50 tim terbaik dari berbagai sekolah, dengan rangkaian materi yang menuntut ketajaman konsep, strategi, serta kemampuan menjawab cepat. 

Peserta tidak hanya berhadapan dengan soal presentasi dan cerdas cermat, tetapi juga tantangan lintas disiplin ilmu yang kadang dikaitkan dengan pengetahuan Alkitab, sesuai segmen lomba yang berlangsung.

Michael menuturkan bahwa perjalanan mereka menuju podium tidaklah mudah karena setiap tim memiliki gaya strategi yang berbeda, sehingga mereka harus menyesuaikan ritme permainan agar tetap konsisten hingga akhir.

"Saingannya banyak dan kuat, tapi kami menikmati setiap segmennya. Kami hampir juara 1, tapi karena kami sering cek ulang jawaban, ada tim lain yang lebih cepat mengumpulkan," ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (20/11/2025).

Sementara Alvin mengatakan bahwa kerja sama menjadi elemen paling penting karena setiap anggota tim memiliki karakter dan keahlian berbeda yang saling melengkapi, membuat mereka dapat menghadapi ragam tantangan yang disajikan oleh panitia. 

"Pengalaman ini tidak hanya menambah wawasan kami, tetapi juga mempertajam kemampuan berpikir cepat dalam situasi yang kompetitif," tandas Alvin.

Pendamping lomba, Octhan Setyawan, S.Si., M.Pd., juga menilai bahwa kegigihan Michael dan Alvin merupakan kunci keberhasilan mereka menembus posisi dua besar.

"Kompetisi ini sangat menantang karena memadukan matematika, sains, sosial, dan pengetahuan Alkitab. Michael dan Alvin mampu menunjukkan kapasitas mereka secara utuh," ungkapnya, memberikan apresiasi terhadap performa kedua siswa.

Gwen Soesanto Masuk 10 Besar Nasional Outstanding Young Artist Award

Dari bidang seni, prestasi membanggakan datang dari Gwen Soesanto dari kelas XI A, yang berhasil masuk 10 TOP Young Artist Nasional dalam ajang Outstanding Young Artist Award 2025 yang digelar The One Academy Malaysia pada 16 November 2025. 

Lomba yang sepenuhnya berlangsung secara luring itu diikuti sekitar 300 peserta dari enam kota besar, menjadikannya salah satu kompetisi seni pelajar paling kompetitif di Indonesia. 

Dengan tema besar tentang bagaimana menjelaskan kehidupan di bumi kepada alien ketika seseorang “secara tidak sengaja” dianggap sebagai pemimpin bumi, peserta dituntut untuk mengekspresikan kreativitas menggunakan media manual seperti cat dan spidol, tanpa bantuan cat minyak ataupun pilox.

Dalam karyanya, Gwen menerapkan teknik five point perspective atau fish eye perspective, sebuah gaya visual yang memerlukan ketelitian tinggi dan biasanya digunakan untuk memberikan kesan lengkung dramatis pada objek. 

Ia memilih teknik tersebut agar gambaran bumi yang ia buat terlihat lebih hidup dan memberikan pengalaman melihat yang berbeda, sekaligus menonjolkan pesan bahwa bumi memiliki kompleksitas kehidupan yang luas dan beragam.

"Saingannya berat karena datang dari berbagai kota. Tapi menurutku seni itu subjektif, jadi aku fokus pada ide dan teknikku sendiri," ujar Gwen sambil menceritakan proses kreatif yang ia jalani.

Meski persaingan ketat, Gwen merasakan pengalaman mengikuti lomba ini sangat berharga karena ia dapat bertemu dengan banyak pelajar berbakat dari kota-kota lain. Pertemuan itu memperluas wawasannya mengenai tren, kreativitas, serta cara pelajar lain menafsirkan sebuah tema.

"Aku senang bisa masuk 10 besar. Bisa ketemu peserta dari kota lain itu nambah wawasan dan bikin aku lebih termotivasi. Jadi temen-temen ikut lomba yuk, biar aku ada temennya," ucapnya sambil tertawa kecil.

Sementara itu guru seni rupa yang jadi pendamping, Antonius Haritono, S.Pd., menjelaskan bahwa pencapaian Gwen tidak terlepas dari penguasaan teknik dan keberanian mengambil risiko dalam eksplorasi visual.

"Untuk masuk 10 besar, peserta harus mengalahkan ratusan karya lain. Kreativitas, ide, dan teknik warna benar-benar menjadi penentu kemenangan," tegasnya.

Prestasi Siswa Kelas XE di PR Campaign Universitas Ciputra

Bidang komunikasi juga menjadi arena yang banyak memberikan pengalaman baru bagi tiga siswa kelas XE, yakni Jovaclen Elfando Michaeel, Geisler Suntimothy De Sherra Sinery, dan Levano Fernandez Santoso. 

Mereka mengikuti kompetisi PR Campaign yang diselenggarakan Universitas Ciputra, sebuah ajang yang dirancang untuk menguji pemahaman peserta tentang strategi komunikasi, pengelolaan relasi dengan masyarakat, dan penyusunan kampanye yang berlandaskan data serta realita sosial.

Selama mengikuti rangkaian kompetisi, ketiganya merasakan suasana yang hangat dan suportif dari panitia maupun peserta lain. Selain mendapat pengalaman dalam dunia public relations, mereka juga memperoleh banyak relasi baru dan wawasan yang memperkaya pemahaman mereka tentang bagaimana sebuah pesan dapat dirancang dan disampaikan dengan benar kepada publik.

"Panitianya ramah, pesertanya suportif, jadi aku merasa diterima. Aku belajar banyak tentang PR dan dapat pengalaman baru yang berharga," ungkap Jovaclen saat menceritakan kesan pertamanya mengikuti lomba tersebut.

Ia berharap pengalaman ini dapat mendorong teman-temannya untuk terus mengembangkan budaya literasi dan kemampuan komunikasi, karena kompetensi tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

"Semoga dari lomba ini kami bisa terus semangat berprestasi dan bangun budaya literasi untuk Indonesia yang lebih berkualitas," tambahnya.

Guru pendamping, Markus Tri Wibowo, S.Pd., menilai bahwa kompetisi PR Campaign merupakan media pembelajaran yang sangat efektif bagi siswa-siswa Frateran yang ingin memahami dunia komunikasi secara lebih mendalam.

"PR Campaign itu menarik karena mendorong siswa membangun hubungan baik dengan masyarakat. Kampanye berbasis realita dan solusi seperti ini punya tujuan positif untuk keberlanjutan hidup," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk diteruskan karena sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran sosial.

"Kompetisi ini harus terus berlangsung dengan tema berbeda agar semakin menumbuhkan kesadaran sosial," ujarnya.

Prestasi dari ketiga bidang tersebut menjadi bukti bahwa SMAK Frateran Surabaya tidak hanya memfasilitasi siswa dalam mengembangkan potensi akademik, tetapi juga mendorong keberanian mereka untuk mengeksplorasi bakat dan minat di bidang seni maupun komunikasi. 

Konsistensi siswa-siswa Frateran dalam meraih prestasi nasional menunjukkan bahwa pembinaan yang diberikan sekolah mampu menghasilkan generasi yang kreatif, kompeten, dan siap berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow