Menuju Eliminasi TBC 2030, Dinkes Kabupaten Malang Genjot Akses Diagnostik Modern
Penemuan kasus dinilai mendesak karena Indonesia masih berada di posisi kedua jumlah TB terbanyak di dunia. Pemeriksaan menggunakan X-ray dan TCM (Tes Cepat Molekuler) kini menjadi opsi penting dalam memperkuat deteksi dini.
MALANG, SJP – Pemerintah pusat tengah menargetkan eliminasi Tuberkulosis (TB/TBC) pada 2030 melalui program prioritas nasional. Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah yang diminta mempercepat deteksi dan penanganan kasus.
Upaya percepatan itu kini tengah disusun melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) serta penguatan enam strategi utama. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Izzah El Maila.
"Program prioritas nasional ini menargetkan eliminasi Tuberkulosis di tahun 2030, jadi daerah harus menindaklanjuti dengan rencana aksi yang jelas," ujar dia, Rabu (19/11/2025)
Izzah menjelaskan enam strategi tersebut meliputi penguatan komitmen daerah, peningkatan promotif–preventif, pelibatan mitra, intensifikasi layanan kesehatan, percepatan penemuan kasus, serta pemanfaatan teknologi.
"Semua strategi ini harus berjalan simultan. Tidak bisa hanya Dinas Kesehatan saja, tapi harus lintas sektor," tambahnya.
Percepatan penemuan kasus dinilai mendesak karena Indonesia masih berada di posisi kedua jumlah TB terbanyak di dunia. Pemeriksaan menggunakan X-ray dan TCM (Tes Cepat Molekuler) kini menjadi opsi penting dalam memperkuat deteksi dini. Metode ini menambah tools diagnostik, bukan menggantikan metode lama seperti Basil Tahan Asam (BTA).
Meski begitu, belum seluruh puskesmas memiliki alat TCM. Karena itu, Dinkes membangun jejaring layanan agar fasilitas yang belum memiliki alat dapat mengirim sampel ke unit terdekat yang telah lengkap. Tahun ini, Dinkes bahkan mengusulkan pengadaan 28 unit TCM ke pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp600–700 juta per unit.
Untuk layanan pengobatan, seluruh puskesmas di Kabupaten Malang telah mampu memberikan terapi sesuai standar nasional. Sementara itu, Kepanjen menjadi wilayah dengan penemuan kasus tertinggi karena memiliki jumlah fasilitas kesehatan yang lebih banyak. (ADV)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

