Proyek Pelebaran Jalan Rp1,5 Miliar di Manyar Gresik Mandek, DPRD Desak Kontraktor Segera Tuntaskan Pekerjaan
Kondisi nampak terbengkalai itu membuat debu pasir beterbangan sampai ke rumah-rumah warga sekitar. Sejumlah pedagang mengaku mengalami kerugian omset akibat kondisi proyek perbaikan jalan Brotonegoro, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, itu.
GRESIK, SJP — Pengerjaan proyek pelebaran Jalan Brotonegoro, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menuai polemik. Usai dibongkar sepekan lalu, jalan tembusan Desa Yosowilangun–Suci itu belum nampak kembali pengerjaan oleh petugas.
Kondisi nampak terbengkalai itu membuat debu pasir beterbangan sampai ke rumah-rumah warga sekitar. Sejumlah pedagang mengaku mengalami kerugian omset akibat Kondisi tersebut.
Dihimpun dari laman LPSE Kabupaten Gresik, proyek pelebaran jalan Yosowilangun- Suci itu dianggarkan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) nilai pagu paket APBD sebesar Rp2 miliar.
Setelah dilakukan lelang, pemenangnya CV Anjangsana Utama dengan alamat kantor di Jalan Tarakan IV/02 Desa Suci Kecamatan Manyar. Adapun nilai penawarannya sebesar Rp1,57 miliar.
Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Samsul Bahri, mengatakan pengerjaan itu akan dikerjakan sesuai spek pemenang lelang.
Ia menyebut, pengerjaan proyek jalan itu ditargetkan rampung November 2025.
"Sebelumnya menggunakan paving, pelebaran jalan Yosowilangun—Suci akan menggunakan aspal," kata Samsul, Jumat (10/10/2025).
Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Mujammad Syahrul Munir, mengungkap telah menindaklanjuti keluhan warga kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR).
Meski kontrak kerja proyek masih berlaku hingga November, kontraktor seharusnya memiliki empati terhadap keresahan masyarakat.
“Sudah kami tanyakan ke Dinas PUTR karena banyak keluhan dari masyarakat. Sejatinya, pekerjaan hanya tersisa pengaspalan saja. Kontraknya memang sampai November, tapi tidak harus menunggu waktu selesai. Secepatnya diselesaikan karena mengganggu masyarakat. Rekanan juga harus punya empati sosial,” ungkap dia,
Politisi asal PKB yang juga mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Manyar–Bungah itu mengingatkan, keterlambatan pekerjaan berpotensi menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas.
“Kondisi jalan sekarang licin karena agregat bercampur pasir yang disebar di badan jalan. Kalau turun hujan, risikonya tinggi dan sangat berbahaya. Apalagi ini sudah masuk musim penghujan,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

