Produk Olahan Limbah Coklat Asal Gresik Memperluas Ekspor ke Australia

Tembusnya pasar Australia bukanlah hal mudah. Negara tersebut dikenal memiliki standar ketat untuk pakan ternak yang selama ini didominasi oleh perusahaan berskala besar.

27 Nov 2025 - 11:20
Produk Olahan Limbah Coklat Asal Gresik Memperluas Ekspor ke Australia
Foto: Pelepasan ekspor olahan limbah coklat jadi pakan ternak asal Gresik, ke Australia. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP — Produk pakan ternak dari olahan limbah kulit cokelat (cocoa shell) yang diproduksi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini berhasil menembus pasar internasional yang lebih luas. 

Melalui PT Aji Bakuh Anugrah (ABA), produk inovatif milik pengusaha muda Subkhi Basyar ini diperluas ekspornya ke Australia setelah sebelumnya sukses menjajaki pasar Malaysia.

Pengiriman perdana ke Australia ini diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam ajang Festival Ekspor Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan pada Rabu (26/11/2025).

Subkhi Basyar mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan pasar ekspor telah menaikkan nilai pengiriman secara signifikan. Pengiriman produk ke Malaysia yang dimulai empat bulan lalu dengan volume awal 10 ton kini telah berkembang drastis.

"Nilai pengiriman meningkat signifikan hingga mencapai USD 40 ribu per kontainer ke Australia, naik drastis dari nilai ekspor awal yang hanya USD 5.000 per kontainer ke Malaysia," jelas Subkhi, Kamis (27/11/2025).

Subkhi menyebut bahwa tembusnya pasar Australia bukanlah hal mudah. Negara tersebut dikenal memiliki standar ketat untuk pakan ternak yang selama ini didominasi oleh perusahaan berskala besar.

Ia memastikan bahwa produk ekspornya telah melewati serangkaian uji kualitas yang ketat. Selain memenuhi standar nutrisi untuk pakan ternak, produk tersebut dinilai ramah lingkungan karena berhasil mengolah limbah agroindustri menjadi bahan yang bernilai tambah tinggi.

"Melalui riset dan pengolahan yang konsisten, kami berhasil mengekspor 100 ton per bulan pakan ternak berbahan cocoa shell yang selama ini jarang dimanfaatkan industri besar," kata Subkhi. 

Produk tersebut kini menjadi komoditas bernilai tinggi, sekaligus membuka peluang ekspor baru dari Kabupaten Gresik.

Meski permintaan pasar internasional terus meningkat, Subkhi berharap peningkatan ini dapat diimbangi dengan ketersediaan bahan baku yang memadai.

"Kami berharap bisa mendapat tambahan bahan baku dari dua pabrik besar produsen cokelat di Gresik," tandasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow