Prioritaskan Keselamatan Penumpang, KSOP Probolinggo Gelar Inspeksi Mendadak Armada Laut

Pagi tadi (3/2), KSOP Kelas IV Probolinggo melaksanakan rampcheck besar-besaran terhadap armada laut kita, lho! Mulai dari Kapal Cepat Express Bahari (rute Probolinggo-Madura) hingga 48 unit kapal tradisional Gili Ketapang diperiksa secara detail.

03 Feb 2026 - 20:30
Prioritaskan Keselamatan Penumpang, KSOP Probolinggo Gelar Inspeksi Mendadak Armada Laut
Petugas KSOP Probolinggo melakukan pengecekan (Foto: Rizky Putra/SJP).

PROBOLINGGO, SJP - Menjelang peningkatan mobilitas masyarakat pada musim angkutan mendatang, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo mengambil langkah preventif dengan menggelar inspeksi keselamatan atau rampcheck pada sejumlah armada kapal penumpang.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret untuk mengantisipasi potensi kecelakaan laut sekaligus memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi air.

Kegiatan pemeriksaan yang berlangsung pada Selasa (3/2/2026) ini menyasar dua kategori utama transportasi laut di Probolinggo.

Inspeksi diawali dengan memeriksa kondisi teknis dan alat keselamatan pada kapal cepat Express Bahari yang melayani rute vital Probolinggo menuju Madura. Setelah memastikan kelaikan kapal cepat, petugas beralih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 48 unit kapal penyeberangan tradisional yang melayani rute ke Pulau Gili Ketapang.

Humas KSOP Kelas IV Probolinggo, Hendra Yulis Priyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan mandat langsung dari pusat guna memastikan standar keselamatan pelayaran terpenuhi tanpa kompromi.

"Jadi rampchek ini tindak lanjut dari Instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor IR DJPL 1 Tahun 2025 Tentang Uji Kelaikan Laut Kapal Penumpang Angkutan Lebaran," kata Hendra Yulis Priyanto saat ditemui di lokasi pemeriksaan.

Aspek pemeriksaan yang dilakukan mencakup empat pilar utama kelaikan laut. Pertama adalah verifikasi dokumen, baik legalitas kapal maupun sertifikasi awak kapal.

Kedua, alat keselamatan jiwa yang menjadi perhatian utama, meliputi sekoci, life raft, hingga ketersediaan life jacket atau jaket pelampung bagi setiap penumpang.

Kemudian yang ketiga adalah alat navigasi dan komunikasi seperti GPS dan radio komunikasi (VHF/HF) untuk memastikan kapal tidak kehilangan kontak saat berada di tengah laut. Terakhir, petugas juga memeriksa sistem proteksi kebakaran seperti APAR dan hidran.

Hasil temuan di lapangan menunjukkan kondisi yang beragam antara kapal modern dan tradisional. Menurut Hendra, kapal cepat saat ini dalam kondisi prima karena baru saja melewati proses docking (pemeliharaan rutin). Namun, catatan khusus diberikan bagi armada tradisional.

"Dari rampcheck ini hasilnya untuk kapal cepat baru selesai docking, sedangkan untuk kapal penyeberangan tradisional, beberapa life jacket sudah rusak dan tidak layak, sehingga perlu ada penambahan," ujarnya secara transparan.

KSOP Probolinggo mendesak para pemilik kapal tradisional untuk segera melakukan pembaruan pada alat keselamatan yang telah usang tersebut sebelum arus penumpang memuncak. Hendra juga mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya tugas otoritas, melainkan tanggung jawab kolektif. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemilik kapal, operator, hingga masyarakat umum untuk lebih peduli terhadap prosedur keselamatan.

"Semoga dengan rampcheck ini, dapat meningkatkan kelancaran, kenyamanan, khususnya keselamatan dan keamanan pada transportasi ini," pungkas Hendra menutup keterangannya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow