Di Hadapan 100 Ribu Nahdliyin di Malang, Presiden Prabowo Tegaskan Pemimpin Harus Bersatu
Presiden Prabowo Subianto menegaskan persatuan pemimpin bangsa sebagai kunci kemakmuran saat Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang.
MALANG, SJP – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan para pemimpin bangsa menjadi kunci utama kemakmuran dan perdamaian Indonesia. Penegasan itu disampaikan Prabowo di hadapan lebih dari 100 ribu jemaah Nahdlatul Ulama (NU) dalam puncak Mujahadah Kubro peringatan Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Prabowo menyampaikan, tidak ada bangsa yang bisa maju apabila para pemimpinnya tidak rukun dan berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, sejarah dunia membuktikan bahwa perpecahan elite hanya akan melahirkan konflik berkepanjangan dan menghambat kesejahteraan rakyat.
“Tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak mungkin ada perdamaian tanpa pemimpin yang bersatu,” tegas Prabowo di hadapan lautan nahdliyin.
Presiden menekankan bahwa persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat, tetapi juga kewajiban moral seluruh pemimpin di setiap level. Mulai dari pemimpin politik, ekonomi, hingga intelektual, semuanya dituntut untuk mengabdikan diri sepenuhnya demi kepentingan rakyat.
“Pemimpin politik, pemimpin ekonomi, pemimpin intelektual—semuanya harus berpikir dan berjuang untuk rakyat Indonesia,” ujarnya.
Dalam momentum bersejarah satu abad NU, Prabowo juga menyebut organisasi Islam terbesar di Indonesia itu sebagai pilar bangsa yang konsisten menjaga persatuan dan kerukunan nasional. Ia menilai NU memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prabowo turut mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak datang dengan mudah. Meski Proklamasi Kemerdekaan telah dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia masih harus menghadapi berbagai pertempuran melawan penjajah. Dalam perjuangan tersebut, peran ulama dan kiai sangat besar, bahkan memimpin langsung perlawanan di berbagai daerah.
“Para ulama dan kiai ikut memimpin perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Sejarah mencatat itu,” katanya.
Di hadapan ratusan ribu jemaah, Prabowo juga mengungkapkan komitmen pribadinya untuk terus mengabdi kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
“Saya merasa semakin berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya disambut takbir jemaah.
Menutup sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ulama, kiai, nahdliyin, serta keluarga besar NU atas kontribusinya dalam menjaga kedamaian dan stabilitas nasional.
“Selamat memperingati satu abad hari lahir Nahdlatul Ulama,” pungkas Prabowo.
Selain Presiden Prabowo, Mujahadah Kubro Satu Abad NU juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Rangkaian peringatan sebelumnya telah diisi berbagai kegiatan, mulai dari ziarah muassis NU se-Jawa Timur, Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya, pameran lukisan nasional di Galeri Dewan Kesenian Surabaya, Festival NUConomic 2026, hingga puncak Mujahadah Kubro di Kota Malang. (**)
sumber: beritasatu.com
What's Your Reaction?

