Mahasiswa UNITRI Rancang Agroeduwisata Lumbung Pangan di Kejapanan

Mahasiswa Arsitektur Lanskap Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang terjun ke desa merancang agroeduwisata Lumbung Pangan Nusantara di Kejapanan, Gempol, Pasuruan.

08 Feb 2026 - 17:11
Mahasiswa UNITRI Rancang Agroeduwisata Lumbung Pangan di Kejapanan
Mahasiswa UNITRI terlibat dalam perencanaan dan pengembangan area publik Lumbung Pangan Nusantara di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang dirancang dengan konsep agroeduwisata. (Foto: Kelompok PMT 8 Unitri

PASURUAN, SJP – Perguruan tinggi kembali menunjukkan perannya dalam pembangunan desa. Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Arsitektur Lanskap, Fakultas Teknik dan Teknologi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, terjun langsung ke masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) ke-4.

Para mahasiswa tersebut terlibat dalam perencanaan dan pengembangan area publik Lumbung Pangan Nusantara di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang dirancang dengan konsep agroeduwisata, sebagai upaya mengintegrasikan fungsi edukasi, pariwisata, dan ketahanan pangan.

Kegiatan PMT yang berlangsung sejak 15 Januari - 12 Februari 2026 ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat. Melalui pendekatan keilmuan arsitektur lanskap, mahasiswa tidak hanya merancang ruang, tetapi juga merumuskan konsep ruang publik yang edukatif, rekreatif, dan berkelanjutan.

Perencanaan kawasan Lumbung Pangan Nusantara tersebut diarahkan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang informatif, dengan menampilkan beragam komoditas pangan nusantara melalui lanskap edukatif. Konsep ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan.

Kepala Desa Kejapanan, Randi Saputra, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam perencanaan kawasan tersebut. Ia berharap desain yang dihasilkan mampu mengembangkan prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan vegetasi lokal, sistem sirkulasi yang nyaman, serta tata ruang yang mendukung interaksi sosial.

“Area publik ini diharapkan dapat diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, petani, hingga wisatawan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan ruang berkumpul masyarakat,” ujarnya.

Selain menjadi destinasi wisata edukasi, kawasan agroeduwisata ini juga dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung, mulai dari pengenalan tanaman pangan lokal, sistem budidaya pertanian, hingga pengelolaan hasil pertanian.

Ketua Tim PMT 8, Bernadeta Hermin Nadia, bersama Wakil Ketua Saul Ndena Ngabi, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi sarana pembelajaran langsung di lapangan, sekaligus bentuk pengabdian kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, perencanaan area publik Lumbung Pangan Nusantara di Kepanjen diharapkan dapat menjadi contoh sinergi akademisi dan masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang edukatif dan berdaya guna. (**)

Penulis: Bernadeta Hermin Nadia (Ketua tim Kelompok PMT 8 Unitri) dan Saul NDena Ngabi (Wakil ketua tim kelompok PMT 8 Unitri)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow