Ponpes Al-Khoziny Ambruk, 28 Santri Korban Berasal dari Surabaya
Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya mencatat 28 santri korban musala Ponpes Al-Khoziny adalah warga Surabaya. Pemkot Surabaya langsung kirim tim HDR dan peralatan lengkap untuk bantu evakuasi korban.
SURABAYA, SJP – Tragedi ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menimbulkan duka mendalam bagi warga Jawa Timur. Dari ratusan santri yang menjadi korban, sebanyak 28 orang diketahui merupakan warga Surabaya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengonfirmasi data tersebut. Ia menyebutkan, jumlah korban asal Surabaya mencakup mereka yang mengalami luka ringan hingga berat, serta yang meninggal dunia.
“Infonya kalau dari Surabaya itu ada sekitar 28 orang. Kami terus berkoordinasi dengan tim di lapangan, baik dari provinsi maupun Basarnas untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin,” ujar Laksita kepada wartawan, Selasa (30/9/2025).
Para santri tersebut berasal dari berbagai kecamatan di Surabaya dan tengah menimba ilmu di Ponpes Al-Khoziny ketika musibah terjadi.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap proses evakuasi, Pemerintah Kota Surabaya segera mengirimkan bantuan tim dan peralatan penyelamatan melalui DPKP serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Bantuan yang dikirim meliputi satu unit mobil heavy duty rescue (HDR), dua regu personel penyelamat, dan berbagai peralatan evakuasi lengkap. Tim ini langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah kejadian untuk membantu pencarian korban di bawah reruntuhan.
Mobil HDR DPKP Surabaya dilengkapi sekitar 19 jenis alat penyelamatan, mulai dari alat pemotong puing bangunan, detektor suara untuk mendeteksi keberadaan korban dari dalam reruntuhan, perangkat komunikasi khusus dengan korban, hingga peralatan medis darurat.
Tim penyelamat dan mobil HDR telah berada di lokasi ponpes sejak Senin sore (29/9/2025) dan terus bekerja tanpa henti hingga saat ini. Fokus utama mereka adalah memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah puing bangunan.
Ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny terjadi pada Senin sore sekitar pukul 14.40 WIB, ketika ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah. Bangunan tiba-tiba roboh saat proses pengecoran lantai empat masih berlangsung, menyebabkan lantai dua runtuh dan menimpa para santri di bawahnya.
Hingga Selasa siang, tercatat tiga korban meninggal dunia, puluhan luka-luka, dan proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan Basarnas, TNI-Polri, relawan, dan pemerintah daerah. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Danu S
What's Your Reaction?

