Polres Gresik Tangkap Pelaku Pembacokan Tawuran Antardesa di Panceng

Akibat peristiwa itu, dua pemuda asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, bernama Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24) mengalami luka bacok harus dilarikan ke rumah sakit untuk segera mendapat perawatan.

28 Feb 2026 - 10:58
Polres Gresik Tangkap Pelaku Pembacokan Tawuran Antardesa di Panceng
Tangkapan layar tawuran saat patrol sahur di Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP — Peristiwa tawuran yang melibatkan dua kelompok pemuda dari desa berbeda di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, viral di media sosial. 

Insiden tersebut mengakibatkan dua pemuda asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, yakni Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24), menderita luka bacok dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Petugas kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial S (45), warga Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, kurang dari 24 jam setelah kejadian. 

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, menyatakan bahwa pelaku ditangkap di wilayah Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

"Tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan tersangka di wilayah tersebut. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolres Gresik dengan didampingi pihak keluarga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata AKP Arya, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 23.40 WIB. 

Operasi yang dipimpin oleh Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan tersebut turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah parang, satu potong jaket jeans biru, dan satu potong sarung putih.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 468 Ayat (1) KUHP atau Pasal 466 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat atau penganiayaan yang mengakibatkan luka berat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, sejumlah pemuda Desa Campurejo sedang melaksanakan kegiatan patrol sahur. Di tengah kegiatan, terjadi aksi saling lempar bom air dengan kelompok pemuda dari Desa Banyutengah.

Situasi memanas akibat aksi lempar bom air dan saling ejek antar-kelompok. Meski pemuda Campurejo sempat mundur, kelompok dari Desa Banyutengah mendatangi mereka karena tidak terima dengan ucapan yang dilontarkan.

Saat berada di depan sebuah kafe dan biliar di Desa Campurejo, muncul seorang pria membawa senjata tajam jenis parang yang kemudian membacok kedua korban. 

Korban Wahyu Agung Pratama (24) mengalami luka serius dan dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik, sementara Moh Ruhul Madani (25) menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Pascakejadian, Moh Ruhul Madani melaporkan insiden tersebut ke Polsek Panceng. Menanggapi hal ini, AKP Arya menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas segala bentuk kekerasan yang mengganggu ketertiban masyarakat.

Saat ini, personel Satreskrim dan Sat Samapta Polres Gresik bersama jajaran Polsek telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan patroli gabungan dan penjagaan intensif.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian," tutupnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow