Polisi Perketat Jalur Rawan Longsor di Piket Nol Lumajang, Libatkan Warga sebagai Mitra Informasi

Pascalongsor di Piket Nol Lumajang, polisi memperketat pengawasan jalur dan libatkan warga sebagai mitra informasi. Langkah ini untuk mencegah kecelakaan dan menjaga kelancaran arus kendaraan.

04 Aug 2025 - 08:32
Polisi Perketat Jalur Rawan Longsor di Piket Nol Lumajang, Libatkan Warga sebagai Mitra Informasi
Petugas Satlantas Polres Lumajang mengatur lalu lintas di jalur rawan longsor di Jalan Raya Piket Nol Kilometer 54/100 di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Minggu, 3 Agustus 2025. (Foto: Beritasatu.com/Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani)

LUMAJANG, SJP – Pasca-longsor yang menutup sebagian badan Jalan Raya Piket Nol KM 54/100, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, aparat kepolisian kini memperketat pengawasan di jalur rawan tersebut.

Langkah cepat dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan serta memasang rambu peringatan untuk mengatur lalu lintas sekaligus mengantisipasi longsor susulan.

Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Mohamad Syaikhu menegaskan pentingnya pengawasan ketat di Piket Nol sebagai upaya preventif menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama saat cuaca hujan.

“Kami lakukan pengaturan arus agar tetap lancar dan aman. Kami juga imbau pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintas, karena jalur ini dikenal rawan longsor,” ujarnya.

Selain penempatan petugas, strategi lain yang diterapkan adalah menjadikan warga sekitar sebagai mitra pengawasan dini. Pemilik warung dan masyarakat sekitar diminta aktif melaporkan ke kepolisian maupun BPBD apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

“Laporan cepat dari warga sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan lebih besar,” tambah AKP Syaikhu.

Sebagai informasi, kawasan Piket Nol dikenal sebagai titik bencana rawan tanah longsor di wilayah selatan Lumajang. Jalur penghubung Lumajang–Malang ini kerap terganggu akibat kondisi geologis yang labil, terutama saat musim hujan.

Langkah antisipatif terus dilakukan kepolisian, mulai dari patroli rutin, pemasangan rambu darurat, hingga komunikasi aktif dengan masyarakat. Harapannya, lalu lintas tetap berjalan aman dan risiko bencana bisa ditekan semaksimal mungkin. (**)

Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow