BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Surabaya pada Mei 2026, Warga Diminta Waspada

BMKG memprediksi banjir rob kembali terjadi di Surabaya pada Mei 2026. Warga pesisir diimbau waspada terhadap dampak genangan air laut yang mengganggu aktivitas.

23 Apr 2026 - 17:45
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Surabaya pada Mei 2026, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi banjir rob (foto: Istimewa)

SURABAYA, SJP – Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah pesisir di Kota Surabaya dan diperkirakan akan terjadi lagi pada Mei 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena tersebut.

Hingga Rabu (22/4/2026), genangan air laut masih terpantau di kawasan Jalan Kalimas dan Jalan Kalianak. Fenomena ini diketahui kerap terjadi secara berulang di wilayah pesisir Surabaya.

Berdasarkan data BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, ketinggian air di kawasan Jalan Kalimas mencapai sekitar 25 sentimeter. Sementara di kawasan Kalianak, genangan air tercatat mencapai 15 sentimeter, termasuk yang menggenangi permukiman warga.

Dampak banjir rob dirasakan langsung oleh masyarakat. Di kawasan Kalimas, aktivitas bongkar muat di pelabuhan terganggu. Sedangkan di Kalianak, aktivitas tambak garam dan sektor perikanan juga ikut terdampak.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menjelaskan bahwa banjir rob dipicu oleh fenomena fase bulan baru dan perigee yang menyebabkan peningkatan ketinggian air laut maksimum.

“Biasanya air rob mulai naik sekitar pukul 10.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Banjir rob sering terjadi saat awal bulan dan saat bulan purnama. Warga dan pengendara diimbau tetap waspada, terutama saat melintas di wilayah tergenang karena air rob bersifat korosif,” ujar Sutarno kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

BMKG memprediksi banjir rob serupa berpotensi kembali terjadi pada Mei 2026, khususnya pada siang hari. Fenomena ini umumnya muncul saat awal bulan dan fase bulan purnama.

Masyarakat di wilayah pesisir diharapkan lebih waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat kondisi air laut sedang mengalami pasang maksimum.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow