Pola Liburan Berubah, Pengelola Wisata Kota Batu Dipaksa Beradaptasi
Perubahan perilaku wisatawan ini menjadi sinyal bahwa industri pariwisata Kota Batu tidak cukup hanya mengandalkan popularitas lama. Kemampuan beradaptasi dengan pola liburan baru menjadi kunci agar sektor wisata tetap bertahan dan kembali tumbuh di tengah tekanan ekonomi
KOTA BATU, SJP – Penurunan kunjungan wisatawan di Kota Batu sepanjang 2025 bukan semata soal sepinya minat berwisata, tetapi mencerminkan perubahan pola liburan masyarakat. Wisatawan kini cenderung memilih liburan singkat, destinasi yang lebih dekat, serta membagi waktu liburan dalam beberapa periode.
Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta Sujud Hariadi pada Sabtu (10/1/2026) menyebut wisata kini bukan lagi prioritas utama masyarakat. Banyak calon wisatawan memilih menunda atau mengurangi frekuensi liburan karena mempertimbangkan pengeluaran.
“Meski begitu, penurunan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan menurunnya minat wisata, melainkan pergeseran cara masyarakat berwisata. Hal itu terlihat dari meningkatnya kunjungan saat momen tertentu, seperti libur Natal dan Tahun Baru 2026 yang justru lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya minat itu masih ada, tapi lebih selektif waktunya,” ujarnya.
Kondisi ini dirasakan sejumlah pengelola destinasi wisata utama di Kota Batu. Taman Rekreasi Selecta mencatat kunjungan wisatawan pada 2025 turun hingga 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah belum pulihnya kondisi ekonomi yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Ditambah di Selecta sendiri misalnya juga telah berupaya dengan menyiapkan wahana outbond yang ditargetkan dibuka sebelum Lebaran 2026. Wahana ini dipilih karena dinilai sesuai dengan tren minat wisatawan yang menginginkan aktivitas singkat namun berpengalaman.
Kondisi serupa dirasakan Jatim Park Group. Manager Marketing & Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, mengungkapkan wisatawan kini lebih memilih perjalanan singkat dengan jarak dekat, serta tidak lagi menghabiskan liburan panjang di satu destinasi.
“Persaingan antar daerah wisata juga semakin ketat, memaksa pengelola di Kota Batu untuk melakukan penyesuaian strategi. Inovasi wahana, peningkatan layanan, serta penyediaan atraksi yang relevan dengan tren pasar menjadi keharusan,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

