DPK APINDO Jombang 2026-2031 Resmi Dikukuhkan

Pengukuhan ini menjadi momentum bagi organisasi pengusaha tersebut untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

04 Jun 2026 - 15:30
DPK APINDO Jombang 2026-2031 Resmi Dikukuhkan
Ketua DPK APINDO Kabupaten Jombang Fathurohman saat menerima SK pengangkatan. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Jombang masa bakti 2026-2031 resmi dikukuhkan di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (4/6/2026). Pengukuhan ini menjadi momentum bagi organisasi pengusaha tersebut untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Ketua DPK APINDO Jombang, Fathurohman yang akrab disapa Gus Fath, menegaskan komitmennya menjadikan APINDO sebagai organisasi yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan dunia usaha, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

"Komitmen kami menjadikan organisasi berorientasi kepada masyarakat dan pembangunan daerah, tidak hanya kepentingan usaha," ucap Gus Fath.

Ia menekankan, peran APINDO ke depan harus lebih luas daripada sekadar menjadi bagian dari unsur dewan pengupahan. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masuknya investasi baru serta memperkuat ekosistem usaha di Kabupaten Jombang.

"APINDO harus hadir sebagai mitra pemerintah dalam mendukung terwujudnya visi Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua. Kami siap membangun kolaborasi yang produktif demi kemajuan daerah," ujarnya.

Bupati Jombang Warsubi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menilai APINDO memiliki posisi penting sebagai wadah dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Menurut Warsubi, keberadaan APINDO dibutuhkan untuk membangun komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta mendukung percepatan pembangunan.

"Dunia usaha merupakan salah satu motor penggerak ekonomi. Selain menciptakan lapangan pekerjaan, sektor ini juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Warsubi.

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, ia menekankan perlunya kerja sama yang kuat antara pemerintah dan kalangan pengusaha. "Karena itu, APINDO diharapkan aktif mendorong terciptanya iklim usaha yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Jombang saat ini berada di angka 3,28 persen. Meski mengalami penurunan, pemerintah daerah tetap berupaya menekan angka tersebut melalui penguatan sektor usaha dan pengembangan kewirausahaan.

Warsubi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu memulai usaha meski dengan modal terbatas. Menurutnya, banyak perusahaan besar yang tumbuh dari usaha berskala kecil. Ia berharap APINDO dapat berperan dalam mencetak lebih banyak wirausahawan baru melalui pendampingan, penguatan inovasi, serta perluasan akses jaringan bisnis bagi pelaku usaha lokal.

Selain itu, Warsubi menilai letak geografis Jombang yang relatif dekat dengan kawasan pelabuhan menjadi nilai tambah dalam menarik investor. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat diminta menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah agar iklim usaha tetap terjaga.

"Ketika investasi berkembang dan dunia usaha tumbuh, peluang kerja akan semakin luas. Dampaknya, ekonomi daerah akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow