PMI Kota Batu Tekor 7 Bulan, Pelayanan Terhenti Total Sejak Akhir Juli

Seluruh layanan PMI Kota Batu kini berhenti total. Mulai dari pelayanan donor darah, bantuan ambulans, pertolongan pertama, hingga evakuasi kecelakaan lalu lintas tak lagi beroperasi. Sejak Januari hingga Juli 2025, operasional hanya berjalan dengan sokongan dana pribadi dari bendahara, kepala markas, dan sejumlah pihak internal.

04 Aug 2025 - 20:29
PMI Kota Batu Tekor 7 Bulan, Pelayanan Terhenti Total Sejak Akhir Juli
Pelayanan Donor Darah di PMI Kota Batu (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu resmi menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya sejak akhir Juli 2025. Keputusan ini diambil setelah lembaga kemanusiaan tersebut mengalami krisis anggaran selama tujuh bulan terakhir akibat mandeknya pencairan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu.

Kepala Markas PMI Kota Batu, Abdul Mutholib, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah bertahan sejak awal tahun dengan mengandalkan dana talangan pribadi dari internal. Namun, hingga memasuki bulan ke 8, mereka tidak lagi mampu menutup kebutuhan operasional.

“Vakumnya PMI Batu sebenarnya sudah diketahui oleh pusat. Tapi kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Talangan sudah maksimal, baik dari saya pribadi maupun rekan-rekan. Jadi, kami mohon maaf sebelumnya,” kata Tholib, sapaan akrabnya.

Seluruh layanan PMI Kota Batu kini berhenti total. Mulai dari pelayanan donor darah, bantuan ambulans, pertolongan pertama, hingga evakuasi kecelakaan lalu lintas tak lagi beroperasi.

Sejak Januari hingga Juli 2025, operasional hanya berjalan dengan sokongan dana pribadi dari bendahara, kepala markas, dan sejumlah pihak internal.

Kebutuhan operasional bulanan PMI Kota Batu mencapai sekitar Rp 9 juta. Dalam kurun waktu tujuh bulan, total dana talangan yang sudah dikeluarkan internal PMI mencapai sekitar Rp80 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai operasional ambulans, listrik, telepon, air, Wi-Fi, konsumsi, hingga obat-obatan. Sayangnya, tidak ada alokasi untuk honor atau gaji para petugas.

“Penundaan honor memang bukan hal baru di PMI Batu. Tapi tahun ini yang terburuk sejak saya bertugas,” lanjut Tholib.

Seharusnya pada tahun anggaran 2025, PMI Kota Batu mendapat alokasi dana sebesar Rp 150 juta dari APBD untuk mendukung seluruh kegiatan kemanusiaan. Namun hingga awal Agustus ini, dana tersebut belum juga cair tanpa alasan yang jelas.

Kondisi ini membuat tiga petugas utama PMI terdampak langsung, yakni kepala markas, sopir ambulans, dan staf administrasi. Ketiganya bekerja tanpa gaji selama berbulan-bulan.

PMI Kota Batu berharap Pemkot Batu segera turun tangan menyelesaikan masalah ini agar layanan kemanusiaan vital yang mereka jalankan bisa kembali beroperasi demi kepentingan masyarakat luas. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow