PMI Asal Blitar Dianiaya Sesama WNI di Malaysia, Keluarga Minta Kasus Dikawal Hingga Tuntas

DA (43) seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh sesama Warga Negara Indonesia (WNI) di negara tempat ia bekerja yakni Malaysia. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, DA mengalami luka pada bagian punggung, mata, tangan, telinga dan ada 17 luka tusukan gunting.

18 Oct 2025 - 18:28
PMI Asal Blitar Dianiaya Sesama WNI di Malaysia, Keluarga Minta Kasus Dikawal Hingga Tuntas
Foto kondisi DA (43) PMI asal Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar yang mengalami penganiayaan oleh sesama WNI di negara Malaysia saat dikunjungi selebriti sekaligus politikus PAN Uya Kuya. (Foto:dok/Istimewa)

BLITAR, SJP - Perempuan berinisial DA (43) seorang pekerja migran Indonesia (PMI), asal Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar dianiaya oleh sesama Warga Negara Indonesia (WNI) di negara tempat ia bekerja, yakni di Malaysia.

Kasus kekerasan yang menimpa DA viral di media sosial, usai diunggah oleh akun Instagram selebriti sekaligus politisi PAN Uya Kuya.

Dalam postingan Instagram @king_uyakuya disebutkan DA ditemukan di pinggir jala tol di Malaysia dengan luka yang sadis.

DA ditusuk berkali-kali pada bagian punggung, dada dan perut, mata dicongkel, tangan dan telinga digunting.

Hal ini pun dibenarkan oleh Bagus yang merupakan perwakilan keluarga atau adik dari DA saat ditemui pada Sabtu (18/10/2025). Awalnya ia mendapat kabar tentang kondisi kakaknya ini, dari seorang teman DA yang ada di Malaysia.

"Sekitar delapan hari lalu, setelah kejadian saya dihubungi teman kakak saya. Dikasih tahu, kalau kakak saya kecelakaan ditemukan di pinggir jalan," ujarnya, Sabtu (18/10/2025).

Bagus menceritakan bahwa kakanya ini dianiaya oleh temannya sesama Warga Negara Indonesia (WNI), DA awalnya dijemput dan dimasukkan ke dalam mobil.

Saat berada di mobil, DA dianiaya oleh pelaku dan kemudian ditinggal di pinggir jalan. Totalnya ada enam pelaku, satu laki-laki dan lima perempuan yang mana mereka WNI semua.

"Ada 17 tusukan di tubuh kakak saya. Kedua mata di congkel, bagian kanan buta dan yang kiri penglihatnnya kabur," ceritanya.

Menurut Bagus, kondisi kakaknya sudah berangsur membaik dan saat ini sudah keluar dari rumah sakit. Untuk sementara waktu, kakaknya ditemani oleh teman-temannya tinggal di sebuah rumah yang dinilai aman.

DA masih akan tetap tinggal di Malaysia, sambil menunggu proses persidangan kasus yang menimpannya.

"Kakak saya pernah cerita, sebelumnya juga sudah pernah mengalami hal yang sama. Saat itu, tidak sampai mengalami luka seberat ini, dan tidak melaporkan ke polisi," kata dia.

Terkait dengan kasus yang menimpa kakaknya ini, Bagus berharap pihak pemerintah juga ikut mengawal dan pihak keluarga menginginkan para pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya dan denda sebesar-besarnya.

Nantinya, setelah proses hukum selesai, rencananya Bagus akan menjemput sang kakak untuk diajak pulang ke Blitar. Ia juga berharap pemerintah juga bisa memberikan fasilitas kepulangan sang kakak nantinya.

"Kakak saya saat ini mengalami catat permanen, setelah mendapat perlakuan penganiayaan itu. Ke depan seperti apa belum tahu, yang jelas kalau proses hukum sudah selesai akan pulang ke Blitar," terangnya.

Bagus menambahkan bahwa sang kakak sudah bekerja di luar negeri tepatnya di Malaysia selama 15 tahun. Saat itu, DA berangkat kerja ke luar negeri sejak anak perempuannya masih berusia 7 bulan dan saat ini sudah duduk di bangku SMP.

Selama ini, anak dari kakaknya juga dia asuh dan tinggal bersama Bagus beserta kakek neneknya.

"Sudah tinggal sama saya dan orang tua saya sejak usia 7 bulan. Kalau sama suaminya sudah cerai, dan sejauh ini saya sengaja tidak memberi tahu orang tua saya tentang kejadian yang menimpa kakak. Karena sudah berusia lanjut. Saya khawatir kalau orang tua saya dengar kabar ini kaget. Rencananya, kalau kakak sudah mau pulang, orang tua baru saya beri tahu. Televisi di rumah juga saya cabut, agar orang tua tidak lihat berita," imbuhnya. (*)

Editor: Rizqi ArdianĀ 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow