PKL di Jombang Dilarang Jualan saat Konser, DPRD Jatim: Cederai Komitmen Pengentasan Kemiskinan

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur meminta agar Pemkab Jombang mengevaluasi penyelenggaraan konser di Stadion Merdeka yang melarang PKL berjualan.

21 Jul 2025 - 09:23
PKL di Jombang Dilarang Jualan saat Konser, DPRD Jatim: Cederai Komitmen Pengentasan Kemiskinan
Suasana di depan pintu masuk pelaksanaan konser musik di Stadion Merdeka Jombang. (Foto: Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Sumardi, memberikan teguran keras terhadap pemerintah daerah dan pihak penyelenggara konser musik bertajuk Festival Dialog Cinta Vol 3 di Stadion Merdeka Jombang.

Sumardi menyayangkan konser besar yang menghadirkan beberapa musisi papan atas tanah air justru tidak memberi manfaat kepada masyarakat kecil seperti pedagang kaki lima (PKL). PKL yang berharap bisa mengais lebih banyak rezeki melalui event tersebut justru dilarang berjualan.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengevaluasi penyelenggaraan konser tersebut. Seharusnya, konser besar yang tidak sering digelar itu dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat kecil.

Sumardi menyesali tidak adanya solusi bagi para PKL baik dari Pemkab Jombang maupun dari pihak penyelenggara konser. Oleh karena itu, dia meminta agar Pemkab Jombang mengevaluasi penyelenggaraan konser akbar tersebut.

"Ini harus dievaluasi. Kenapa tidak melibatkan masyarakat? Khususnya pelaku UMKM di Jombang. Mereka ini seharusnya justru kita bantu. Kalau perlu kita tata supaya bisa ikut berjualan dengan tertib," ucapnya, Ahad (20/7/2025). 

Menurut Sumardi, larangan bagi para PKL untuk berjualan selama konser berlangsung di Stadion Merdeka Jombang merupakan citra buruk bagi pemerintah daerah. Hal itu dapat mencederai komitmen Pemkab Jombang dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

Seharusnya, kata Sumardi, Pemkab Jombang atau pihak penyelenggara konser memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk bisa memanfaatkan peluang dari konser besar itu. Sebab, konser akbar semacam itu tidak sering diselenggarakan di Jombang.

"Menurut saya itu sangat disayangkan. Apalagi PKL atau UMKM ini kan mencari rezekinya di situ. Momen seperti konser besar itu kan tidak datang setiap hari. Seharusnya menjadi berkah bagi mereka," ujar Sumardi. 

Sumardi berharap, ke depan ada porsi khusus bagi para pedagang kecil untuk terlibat dalam acara-acara besar, agar mereka bisa ikut merasakan dampak ekonomi dari acara tersebut. Sumardi berharap agar pedagang kecil diberi ruang, bukan justru dijegal.

"Mereka juga warga Jombang yang ingin mencari nafkah secara halal. Saya pribadi kurang sepakat jika mereka dilarang berjualan saat konser," pungkasnya. 

Untuk diketahui, konser musik besar yang diselenggarakan di Stadion Merdeka Jombang menghadirkan beberapa artis dan musisi papan atas seperti Dewa 19, Vierratale, hingga Hadad Alwi. Event tersebut digelar mulai Sabtu (19/7/2025) hingga Ahad (20/7/2025).

Namun, di balik terselenggaranya konser besar yang dihadiri ribuan penonton itu, ada beberapa pihak yang dibuat gigit jari. Yaitu para PKL yang berharap bisa tertimpa berkah oleh konser itu. Para PKL yang seharusnya untung besar, justru dikebiri dengan larangan berjualan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak penyelenggara konser akbar bertajuk Festival Dialog Cinta Vol 3 di Stadion Merdeka Jombang tersebut. Upaya konfirmasi terhadap pihak penyelenggara telah dilakukan, namun hingga saat ini belum ada respons. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow