Karyawan Rumah Duka di Tulungagung Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Tali Rafia, Diduga Gantung Diri

Saat ditemukan, tubuh korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang, dengan tali rafia masih melingkar di lehernya. Sementara tali rafia lain terikat di kisi atau ventilasi kamar mandi dengan ketinggian sekitar 2,5 meter.

27 Oct 2025 - 20:59
Karyawan Rumah Duka di Tulungagung Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Tali Rafia, Diduga Gantung Diri
Polisi lakukan olah TKP kasus dugaan bunuh diri di Rumah Duka Rukun Sejati, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Suasana duka menyelimuti Rumah Duka Rukun Sejati di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kenayan, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (27/10/2025) sore. Seorang karyawan rumah duka bernama Mohamad Komarul Huda (48), warga Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher terjerat tali rafia.

Korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya di depan kamar mandi rumah duka. Saat ditemukan, tubuh korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang, dengan tali rafia masih melingkar di lehernya. Sementara tali rafia lain terikat di kisi atau ventilasi kamar mandi dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. Rekan-rekan korban yang panik segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Petugas dari Polres Tulungagung yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis Satreskrim bersama petugas forensik dari RSUD dr. Iskak Tulungagung melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ujar Ipda Eko Santoso, Pamapta I Polres Tulungagung.

Sementara terkait keberadaan tali rafia yang terikat pada kisi kamar mandi, diduga tali tersebut putus karena tidak kuat menahan beban saat korban kejang. Hal itu menyebabkan tubuh korban terjatuh ke lantai.

"Saat ditemukan tali sudah terputus dan korban tergeletak di lantai," terang Ipda Eko.

Setelah pemeriksaan awal di TKP selesai, jenazah korban dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses visum luar dan pemulasaraan jenazah sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim forensik, korban diduga meninggal akibat mati lemas karena kekurangan oksigen. Sementara untuk penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan karena tidak dilakukan autopsi atau visum dalam.

"Kesimpulan hasil pemeriksaan, korban meninggal karena bunuh diri," ungkap Ipda Eko.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kematian tragis di Tulungagung yang diduga akibat bunuh diri. Polisi mengimbau agar masyarakat lebih memperhatikan kondisi psikologis orang di sekitar mereka, terutama bila menunjukkan tanda-tanda depresi atau tekanan batin agar segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat, psikolog atau psikiater. (*)

Editor : RIzqi Ardian
Disclaimer : 
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow