Pilih Bangkit Berserikat, Heri Purnomo Kuatkan Peternak Lele Jombang dari Keterasingan Pasar

Tak harus jadi pejabat, agar ia bisa bermanfaat bagi masyarakat tempat ia tinggal.

14 Apr 2026 - 21:17
Pilih Bangkit Berserikat, Heri Purnomo Kuatkan Peternak Lele Jombang dari Keterasingan Pasar
Heri Purnomo, Peternak Ikan Lele di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang saat menerima kunjungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Banyak cara agar bisa terus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Itulah yang dilakukan Heri Purnomo. Tak harus jadi pejabat, agar ia bisa bermanfaat bagi masyarakat tempat ia tinggal.

Di sudut Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Heri Purnomo tumbuh dari kolam-kolam kecil yang dulu nyaris tenggelam oleh kerugian. Iya, Mas Heri karib disapa, memilih untuk menjadi peternak lele. 

Bagi sebagian orang, kehilangan hingga Rp1 miliar mungkin menjadi titik akhir perjuangan. Namun bagi Heri, itu justru menjadi momen kebangkitan dan perubahan cara pandang, bahwa usaha tidak cukup hanya bertumpu pada kekuatan sendiri, melainkan harus ditopang oleh semangat kebersamaan.

Perjalanannya dimulai pada 2016 silam. Tanpa bekal latar belakang perikanan, ia belajar secara otodidak merawat enam kolam lele sederhana. Jalan yang ditempuh tidaklah mulus. Rentetan kegagalan silih berganti menghantam hingga puncaknya kerugian besar tak terelakkan.

"Kalau gagal, pasti pernah dan itu pasti. Tapi karena saya punya keyakinan bahwa hal ini bisa bermanfaat bagi orang lain, saya terus mencoba," tutur Heri dalam pesan diterima, Selasa (14/4/2026).

Dari keterpurukan itu, Heri justru menemukan akar masalah yang selama ini luput dari perhatian. Ia menyadari bahwa peternak kecil tidak hanya bergulat dengan persoalan teknis budidaya, tetapi juga terjerat dalam keterbatasan akses pasar yang sempit.

"Saya melihat peternak kecil itu punya kendala dalam keterbatasan akses pasar. Sehingga cakupannya sangat kecil," sambungnya.

Kesadaran itu membelokkan haluan perjuangannya. Heri tak lagi sekadar sibuk membesarkan lele, tetapi juga merajut jaringan solidaritas. Tiga tahun lalu, ia mulai merintis wadah bersama bernama Kelompok Petani Ikan Air Tawar Nusantara (Pekantara). Tujuannya sederhana namun fundamental,  menyatukan para pembudidaya agar tidak berjalan dalam kesendirian.

"Tujuan saya itu hanya satu. Kita semua berkumpul, membentuk kelompok, agar bisa berkembang bersama, biar para peternak ini tidak berjalan sendiri-sendiri," ungkapnya.

Awalnya, kelompok yang ia inisiasi hanya diikuti segelintir warga sekitar. Namun kini, anggota Pekantara telah berkembang pesat menjadi sekitar 100 peternak yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Jombang.

Pertumbuhan itu bukan sekadar statistik. Kapasitas produksi yang semula kecil kini melonjak tajam hingga mencapai sekitar 4 ton lele per hari. Lebih dari itu, ada transformasi pola pikir di antara para anggota, dari yang semula berkompetisi menjadi berkolaborasi.

Di dalam kelompok, Heri tak hanya menjadi penggerak, tetapi juga pendamping setia. Ia membagikan pengalaman soal teknik budidaya efisien serta mendorong pemanfaatan pakan alternatif guna menekan beban biaya produksi.

"Bagi saya, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari seberapa kuat para peternak bisa bertahan bersama menghadapi dinamika pasar," jelasnya.

Upaya gigih itu akhirnya membuahkan pengakuan. Dalam ajang PWI Jombang Award 2026, Heri Purnomo diganjar penghargaan sebagai "Inisiator Sinergi Ekonomi Akuakultur Kabupaten Jombang".

Penghargaan ini menjadi simbol atas kerja panjang yang tidak instan, dari usaha individu yang jatuh bangun menjadi gerakan kolektif yang berdampak nyata.

Pihak PWI menilai, apa yang diinisiasi Heri bukan sekadar membangun bisnis, tetapi membangun ekosistem kemandirian. 

"Beliau berhasil mendorong kemandirian ekonomi berbasis akuakultur, sekaligus memperkuat posisi peternak kecil di tengah tantangan pasar," kata Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid.

Kini, kolam-kolam lele di Temuwulan bukan lagi sekadar genangan air untuk budidaya. Tempat itu telah menjelma menjadi ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang untuk bertumbuh bersama.

Heri Purnomo memang memulai langkahnya seorang diri, tetapi hari ini jejaknya diikuti puluhan peternak lain yang berjalan seirama menuju arah yang sama.

Ke depan, harapan mengalir sederas sirkulasi air kolam. Model kolaborasi yang ia bangun diharapkan terus berkembang, menjadi inspirasi bahwa kekuatan terbesar dalam usaha bukan terletak pada individu semata, melainkan pada kebersamaan yang terorganisasi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow