Stok Beras Bulog Tembus 5 Juta Ton, Serapan Gabah Probolinggo Capai 120 Ribu Ton

Stok beras nasional tembus 5 juta ton! BULOG Probolinggo juga catat serapan gabah hingga 120 ribu ton. Bukti nyata ketahanan pangan Indonesia semakin kuat.

25 Apr 2026 - 18:10
Stok Beras Bulog Tembus 5 Juta Ton, Serapan Gabah Probolinggo Capai 120 Ribu Ton
Pegawai Bulog Probolinggo sedang mengecek stok beras di gudang. (Foto: Rizky Putra/SJP)

PROBOLINGGO, SJP – Perum Bulog kembali mencatatkan capaian strategis dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya, total stok beras yang dikelola lembaga ini berhasil melampaui angka 5 juta ton. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menegaskan peran Bulog sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Indonesia.

Di tingkat daerah, kinerja Bulog Cabang Probolinggo juga menunjukkan hasil signifikan. Sejak Februari hingga April 2026, penyerapan gabah petani di wilayah kerjanya telah mencapai sekitar 120 ribu ton setara beras.

Wilayah cakupan kantor cabang ini meliputi Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, hingga Kabupaten Lumajang. Angka tersebut mencerminkan optimalisasi penyerapan hasil panen petani lokal yang berjalan efektif selama musim panen berlangsung.

Untuk mendukung pengelolaan stok dalam jumlah besar, Bulog saat ini mengoperasikan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri. Selain itu, terdapat lebih dari 1.200 gudang mitra sewa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Infrastruktur pergudangan ini menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas beras sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar dan merata ke seluruh wilayah.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Probolinggo, Kuswadi, menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor yang solid.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari optimalisasi penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri hingga penguatan koordinasi antarinstansi,” ujarnya.

Menurutnya, dengan cadangan beras yang memadai, Bulog mampu menjalankan peran strategis tidak hanya sebagai pengendali harga, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam sistem pangan nasional. Keberadaan stok yang kuat memungkinkan pemerintah menjaga stabilitas harga di pasaran, mengantisipasi potensi krisis, serta mendukung berbagai program bantuan pangan bagi masyarakat.

Selain itu, ketersediaan cadangan beras dalam jumlah besar juga memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi darurat seperti bencana alam atau gangguan distribusi. Dengan sistem logistik yang terintegrasi, Buliog dapat dengan cepat menyalurkan bantuan ke wilayah yang membutuhkan.

Ke depan, sinergi antara Bulog, petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan capaian yang telah diraih sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional.

Kuswadi menambahkan bahwa kondisi gudang saat ini mencerminkan keberhasilan produksi dalam negeri.

“Gudang Bulog, baik milik sendiri maupun sewa, kini terisi penuh oleh beras hasil panen petani Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi swasembada yang nyata,” tegasnya.

Dengan capaian tersebut, Bulog optimistis mampu terus menjaga stabilitas pangan nasional dan memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia di masa mendatang. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow