Petani Kopi di Argopuro SItubondo Kembali Ekspor setelah Tiga Tahun Vakum

Petani kopi Argopuro di Situbondo kembali ekspor setelah vakum tiga tahun, dengan permintaan dari Eropa dan Timur Tengah. Produksi dan pengolahan dilakukan mandiri oleh Pokmas Walida, serta didistribusikan ke ratusan kedai kopi dalam negeri.

27 May 2025 - 15:19
Petani Kopi di Argopuro SItubondo Kembali Ekspor setelah Tiga Tahun Vakum
Proses pengolahan hasil para petani kopi di lereng Gunung Argopuro, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. (Foto: Beritasatu.com)

SITUBONDO, SJP—Para petani kopi yang tinggal di lereng Gunung Argopuro, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah tidak aktif selama tiga tahun, mereka kini kembali mendapatkan kesempatan untuk mengekspor hasil panen kopi ke pasar internasional.

“Kami sempat vakum enggak ekspor lagi ke luar negeri karena harganya tak sesuai,” ujar Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Walida Corporate Coffee Processing, Muhlisin, Selasa (27/05/2025) dikutip dari Beritasatu.com

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menerima permintaan dari sejumlah negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Para petani kopi Argopuro akan kembali mengekspor lima sampai enam kontainer berisi biji kopi Arabika mentah ke luar negeri.

Saat ini, sekitar 500 petani mengelola lahan kopi seluas kurang lebih 1.200 hektare di kawasan pegunungan Argopuro, Situbondo. Seluruh petani tersebut berada di bawah pembinaan Pokmas Walida Corporate Coffee Processing.

“Kapasitas produksi di sini 150 ton dan semuanya dikelola sendiri warga lokal,” katanya menambahkan.

Muhlisin menjelaskan, seluruh proses pengolahan kopi dilakukan secara mandiri oleh Pokmas Walida. Mulai dari proses penjemuran, pengupasan kulit, hingga sortir biji kopi. Mereka juga memproduksi kemasan kopi dengan merek sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Kopi dari lereng Argopuro ini juga telah dipasarkan ke ratusan kedai kopi di berbagai kota besar di Indonesia. Ada sekitar 500 kedai yang menjadi mitra, tersebar di banyak . Seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bali, Makassar, dan wilayah Kalimantan.

“Kami punya beberapa brand sendiri untuk disuplai ke kedai kopi dalam negeri. Kami ada 60 orang pekerja dan sebagian kami ibu-ibu rumah tangga,” tutup Muhlisin. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow