Petani di Pujon Akhiri Hidupnya di Gubuk Kebun Apel

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto menegaskan peristiwa penemuan jenazah tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya kepedulian sosial dan kepekaan terhadap kondisi psikologis lingkungan sekitar

19 Jan 2026 - 18:59
Petani di Pujon Akhiri Hidupnya di Gubuk Kebun Apel
Proses evakuasi penemuan mayat di Kecamatan Pujon (Ist/Polres/SJP)

KOTA BATU, SJP – Warga Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung di sebuah gubuk persawahan, Senin (19/1/2026) pagi.

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto menegaskan, korban diketahui berinisial AW, seorang petani sekaligus pekebun asal Dusun Karas, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon. Jenazah korban pertama kali ditemukan sekira pukul 07.00 WIB di gubuk kebun apel Rampal, Dusun Wiyurejo.

“Peristiwa tersebut diketahui saat seorang saksi bernama Iwan hendak mengambil air di sekitar lokasi gubuk. Saksi melihat sepasang kaki dalam kondisi menggantung di dalam gubuk. Setelah memastikan bersama saksi lain, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Pujon,” ujar AKP Joko Purwanto.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Pujon bersama Pamapta serta Unit Identifikasi Satreskrim Polres Batu langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan tergantung menggunakan tali tampar yang biasa dipakai untuk mengikat rumput. Polisi juga menemukan ciri-ciri fisik asfiksia yang lazim terjadi pada kasus gantung diri.

“Dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban. Gubuk tersebut memang biasa digunakan korban untuk beristirahat saat bekerja di kebun apel,” jelasnya.

Joko menambahkan, berdasarkan keterangan dari istri korban, selama ini korban tidak diketahui memiliki permasalahan pribadi yang menonjol maupun menderita penyakit kronis. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Polres Batu masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait proses pemulasaraan jenazah,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow