Langkah Menteri Haji dan Umrah Sambut Musim Haji 2026, Lantik Pejabat Struktural Hingga Tambahan Embarkasi
Berbagai persiapan dini dilakukan, mulai dari penguatan struktur organisasi hingga penambahan embarkasi baru.
JOMBANG, SJP – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), telah memulai langkah-langkah strategis untuk menyambut penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Berbagai persiapan dini dilakukan, mulai dari penguatan struktur organisasi hingga penambahan embarkasi baru.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menegaskan hal tersebut dalam sejumlah kesempatan, termasuk saat menghadiri Musyawarah Nasional III Asosiasi Ma’had Aly Indonesia di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jumat (28/11/2025).
Pelantikan Ratusan Pejabat Struktural
Salah satu langkah konkret adalah dengan melantik ratusan pejabat struktural Kemenhaj hingga ke level daerah. Gus Irfan menyebutkan, total sekitar 400 pejabat, baik yang definitif maupun pelaksana tugas, telah dilantik untuk mengisi posisi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
"Alhamdulillah, setelah kemarin melantik pejabat eselon I, II, III, dan IV, pagi tadi kami juga melantik pejabat vertikal di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Insyaallah ini akan semakin memperlancar proses kita dalam mempersiapkan jamaah haji tahun 2026," ungkap Gus Irfan dalam pesan diterima, Sabtu (29/11/2025).
Para pejabat ini bertugas memastikan seluruh persiapan haji di daerah berjalan dengan baik, mulai dari pendataan jamaah, pemenuhan persyaratan administrasi dan kesehatan, hingga proses keberangkatan.
Penambahan Dua Embarkasi Baru: Banten dan Yogyakarta
Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, pemerintah akan menambah dua embarkasi baru pada musim haji 2026, yaitu di Banten dan Yogyakarta.
Embarkasi Yogyakarta menjadi yang spesial karena akan dijadikan pilot project.
"Kita tidak membangun asrama haji, tetapi menggunakan hotel sebagai tempat pemberangkatan. Kalau berhasil, ini bisa diterapkan di daerah lain sehingga tidak perlu pembangunan asrama haji yang biayanya sangat besar," terang Gus Irfan.
Percepatan Jadwal dan Pengetatan Kesehatan
Selain dua langkah utama tersebut, seluruh rangkaian persiapan haji 2026 juga dipercepat. Pemerintah menargetkan proses keimigrasian dan visa jamaah telah rampung sebelum Ramadan tahun depan.
"Skema persiapan maju semua. Pada Februari 2026 diharapkan seluruh proses administrasi telah selesai. Visa ditargetkan kelar pada Maret, dan mulai 21 April 2026 jamaah mulai masuk asrama haji," tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau calon jamaah untuk benar-benar menjaga kondisi fisik. Kebijakan Arab Saudi yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan saat kedatangan menjadi perhatian serius.
"Kalau ada jamaah yang kurang fit dan tidak dianggap layak oleh otoritas kesehatan Saudi, mereka bisa dipulangkan. Karena itu kami minta jamaah benar-benar menjaga kesehatan setelah dinyatakan lolos pemeriksaan," pesan Menteri.
Dengan penguatan struktur organisasi dan berbagai inovasi layanan ini, pemerintah berharap penyelenggaraan haji tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

