Perupa Surabaya Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera lewat Aksi Melukis Wajah

Para perupa Surabaya menggalang donasi lewat aksi melukis wajah, mengubah karya seni menjadi bantuan cepat bagi ribuan korban banjir besar yang melanda Sumatera.

08 Dec 2025 - 17:41
Perupa Surabaya Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera lewat Aksi Melukis Wajah
Para perupa dari Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto berkumpul dan melukis dalam aksi donasi “Pray for Sumatera” di depan kantor DKS, Balai Pemuda Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP – Di tengah situasi darurat kemanusiaan yang menimpa Sumatera, para penyintas banjir dan longsor kini bergantung pada kecepatan bantuan dari berbagai pihak. Skala bencana yang meluas membuat kebutuhan di lapangan sangat mendesak, mulai dari logistik, air bersih, hingga tempat tinggal sementara. 

Di antara gelombang solidaritas yang muncul, kepedulian juga mengalir dari para perupa Surabaya yang memilih mengekspresikan empati mereka melalui sebuah aksi kreatif, yaitu kegiatan melukis untuk donasi.

Sebagai informasi, Banjir besar dan longsor yang menerjang Sumatera dimulai sejak akhir November 2025, dipicu hujan ekstrem serta efek siklon di Selat Malaka. Kini, bencana tersebut telah meninggalkan kerusakan luas di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. 

Data terbaru BNPB mencatat lebih dari 900 orang meninggal dunia, ratusan masih hilang, dan jutaan warga terdampak, sementara fasilitas publik, jalan, dan jembatan banyak yang rusak berat.

Meski cuaca mulai mereda di beberapa wilayah, kebutuhan masyarakat terdampak justru meningkat karena banyak permukiman yang belum dapat dihuni kembali. Relokasi, bantuan pangan, layanan kesehatan darurat, dan akses logistik menjadi tantangan utama. Kondisi tersebut membuat dukungan dari masyarakat di luar Sumatera sangat diperlukan.

Melukis untuk Donasi

Di Surabaya, dukungan itu datang melalui cara yang berbeda. Komunitas Ilustrasi Idiom menggelar aksi “Open Donasi Peduli Bencana – Pray for Sumatera” di depan kantor Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Komplek Balai Pemuda, dengan melibatkan puluhan pelukis dari Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto. 

Mereka menawarkan beragam lukisan, seperti layanan melukis wajah secara langsung, beragam lukisan yang dijual, dan hasil kegiatan ini disalurkan untuk membantu korban bencana. Penggagas acara yang juga Ketua Ilustrasi Idiom, Roman Chuza menjelaskan bahwa kegiatan ini murni muncul dari dorongan kemanusiaan.

"Karena ada bencana di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Aceh, kami para seniman sepakat untuk mengadakan melukis wajah untuk donasi," ujar Roman saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).

Ia menegaskan bahwa meskipun skala bantuan dari komunitas seni mungkin tidak besar, kepedulian tetap penting untuk digerakkan.

"Mungkin ada manfaatnya walau kecil. Yang penting kita peduli untuk kemanusiaannya," tambahnya.

Kolaborasi Pelukis dari Tiga Kabupaten/Kota

Aksi solidaritas tersebut diikuti oleh banyak perupa dari beberapa daerah. Seniman Surabaya tampak berkolaborasi dengan pelukis Sidoarjo dan Mojokerto, menciptakan suasana kerja kolektif yang hangat di area Balai Pemuda.

Menurut penyelenggara, keterlibatan lintas kota ini adalah bentuk persatuan komunitas seni dalam menghadapi situasi darurat nasional.

“Untuk kegiatannya kita libatkan rekan-rekan pelukis Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto,” jelasnya.

Seluruh koordinasi berada di bawah Komunitas Ilustrasi Idiom agar kegiatan berjalan tertib dan terfokus pada tujuan donasi. 

Kegiatan itu sendiri digagas hanya beberapa hari setelah kabar bencana besar mencuat. Para seniman ingin agar proses pengumpulan dana dapat dilakukan secepat mungkin mengingat urgensinya.

“Namanya bencana kan spontanitas, para korban tidak bisa menunggu lama,” katanya.

Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Oi Crisis Center (OCC), salah satu badan otonom yang berperan dalam bantuan kebencanaan. OCC Surabaya menjadi pelaksana penyaluran dari hasil kegiatan ini ke wilayah terdampak di Sumatra.

“Penyalurannya lewat OCC, tim daerah Surabaya yang akan membantu di area bencana,” ujarnya.

Penyelenggara berharap masyarakat Surabaya dapat memberikan dukungan dengan datang ke Balai Pemuda dan berpartisipasi dalam kegiatan melukis donasi ini. Semakin banyak warga yang terlibat, semakin besar dana yang bisa disalurkan untuk membantu pemulihan di Sumatra.

“Moga-moga warga Surabaya bisa support acara ini agar kami bisa menyalurkan dana ke para korban,” harap Roman. (*) 

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow