Pertama di Jawa, Kilang Mini LNG Pasuruan Resmi Beroperasi

Produksi sektor hulu tersebut langsung diserap untuk diolah menjadi energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan bagi konsumen lokal.

12 Feb 2026 - 09:00
Pertama di Jawa, Kilang Mini LNG Pasuruan Resmi Beroperasi
Kementerian ESDM saat meresmikan LNG dikawasan industri pier (foto: isbi/SJP)

PASURUAN, SJP — Infrastruktur energi di Jawa Timur resmi menguat seiring beroperasinya kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) pertama di Pulau Jawa yang berlokasi di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. 

Dalam fasilitas strategis ini, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bertindak sebagai pemasok tunggal gas bumi yang bersumber dari Lapangan BD Wilayah Kerja Madura Strait.

Sinergi hulu-hilir ini menandai babak baru pemanfaatan gas domestik untuk memenuhi kebutuhan energi bersih bagi masyarakat dan sektor industri. Melalui skema tersebut, gas hasil produksi tidak hanya mengandalkan jaringan pipa konvensional, melainkan diolah menjadi bentuk cair guna menjangkau wilayah distribusi yang lebih luas.

"Gas yang dihasilkan dari Lapangan BD Wilayah Kerja Madura Strait dialirkan dan diolah di kilang mini ini untuk dimanfaatkan bagi berbagai kegiatan," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot.

Langkah HCML dalam menyediakan pasokan gas berkelanjutan menjadi kunci upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor LPG yang selama ini membebani devisa negara. 

Produksi sektor hulu tersebut langsung diserap untuk diolah menjadi energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan bagi konsumen lokal.

Implementasi teknologi mutakhir pada proyek ini diproyeksikan menjadi standar baru pengembangan industri migas skala kecil di wilayah lain di Indonesia. Efisiensi dari kolaborasi ini diharapkan mampu menekan beban subsidi energi pemerintah yang mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.

"Kami berharap kilang mini ini dapat mensubstitusi konsumsi LPG, yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi anggaran negara," tambah Yuliot saat prosesi peresmian.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, HCML berkomitmen menjaga stabilitas produksi guna menopang ketahanan energi nasional. Kerja sama ini membuktikan potensi gas alam di Selat Madura memiliki peran krusial dalam mendukung industri hilir modern.

Pihak pengelola kilang mengapresiasi dukungan regulasi dan jaminan pasokan bahan baku yang memungkinkan proyek di Kabupaten Pasuruan ini terealisasi tepat waktu. Dukungan sektor hulu memastikan rantai pasok energi tetap stabil untuk melayani sektor industri kecil, perhotelan, jasa, hingga rumah tangga.

Integrasi antara produsen gas bumi dan teknologi pengolahan canggih ini diharapkan menjadi solusi kemandirian energi nasional di masa depan. Dengan harga yang lebih kompetitif, kehadiran LNG hasil produksi lokal ini menjadi harapan baru bagi penguatan ekonomi serta pengurangan emisi karbon.

"Liquid Gas Nusantara membantu menyediakan energi yang lebih bersih sesuai kebijakan Presiden untuk mengurangi emisi karbon," jelas Direktur Liquid Gas Nusantara, Wira Rahardja.

Pemerintah turut menyoroti penggunaan teknologi canggih asal Argentina dalam operasional kilang mini ini sebagai yang pertama di Asia. Keberhasilan kolaborasi teknologi mancanegara dengan potensi alam domestik diyakini akan memberikan nilai tambah signifikan bagi perekonomian daerah.

Rangkaian peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wamen ESDM dan prosesi pemotongan pita di area kilang. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi baru di Kecamatan Rembang serta memberikan akses energi terjangkau bagi pelaku usaha kecil.

"Jika kita bisa membangun di setiap pulau untuk konsumsi rumah tangga dan hotel, tentu akan jauh lebih baik ke depannya," pungkas Wira Rahardja. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow