Persebaya Makin Haus Gol: 13 Gol dalam Enam Laga, PSIM Jadi Korban Terbaru

Persebaya Surabaya kian tajam di Super League 2025/2026. Cetak 13 gol dalam enam laga terakhir, Bajul Ijo membuktikan tren produktif usai menang tiga gol tanpa balas atas PSIM Yogyakarta.

25 Jan 2026 - 22:30
Persebaya Makin Haus Gol: 13 Gol dalam Enam Laga, PSIM Jadi Korban Terbaru
Selebrasi Bruno Paraiba usai mencetak gol ke gawang PSIM Yogyakarta. (Foto: Persebaya.id)

YOGYAKARTA, SJP - Persebaya Surabaya tengah memasuki fase paling produktif sepanjang Super League 2025/2026. Kemenangan telak 0-3 dalam pertandingan tandang di markas PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18 bukan sekadar hasil tandang bernilai tiga poin, melainkan penegasan bahwa mesin gol Bajul Ijo kini sedang berada dalam performa terbaiknya. Dalam enam pertandingan terakhir, Persebaya mencatatkan 13 gol, sebuah angka yang menegaskan status mereka sebagai salah satu tim paling subur di kompetisi.

Tren tersebut sebelumnya sudah terbaca sejak lima laga terakhir sebelum putaran kedua bergulir. Persebaya datang ke Bantul dengan catatan 10 gol dalam lima pertandingan, membuat PSIM Yogyakarta was-was menghadapi ledakan permainan tim asuhan Bernardo Tavares. Kekhawatiran itu akhirnya terbukti di Stadion Sultan Agung, Minggu (25/1/2026).

Tiga gol Persebaya ke gawang PSIM masing-masing dicetak oleh Paulo Gali Freitas pada menit ke-35, Bruno Pereira di menit ke-74, dan Rachmat Irianto pada menit ke-84. Variasi pencetak gol tersebut menegaskan bahwa produktivitas Persebaya tidak bergantung pada satu pemain, melainkan hasil dari sistem permainan yang semakin matang.

Gol penutup Rachmat Irianto menjadi simbol kepercayaan diri tim. Berawal dari penguasaan bola di area pertahanan sendiri, Rachmat melakukan solo run panjang sebelum menuntaskannya dengan gol ke gawang Cahya Supriadi. Gol ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga mencerminkan keberanian dan intensitas permainan Persebaya sepanjang laga.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, bahkan menilai skor 0-3 belum sepenuhnya menggambarkan dominasi timnya. Ia menyebut banyak peluang emas yang tercipta, khususnya di babak kedua, namun belum berhasil dikonversi menjadi gol tambahan.

“Sebenarnya kami layak mencetak lebih dari tiga gol. Peluang kami di babak kedua sangat banyak,” ujar Bernardo.

Pernyataan tersebut memperkuat indikasi bahwa Persebaya belum mencapai titik jenuh dalam urusan mencetak gol. Alih-alih puas, tim ini justru menunjukkan ambisi untuk terus menekan dan memperbesar keunggulan yang menjadi ceiri khas tim yang sedang “lapar” gol.

Di sisi lain, PSIM Yogyakarta mengakui keunggulan lawan. Pelatih Jean Paul van Gastel menilai timnya sempat mampu mengimbangi permainan Persebaya, khususnya di babak pertama. Namun, kesalahan dalam organisasi permainan membuat PSIM harus kebobolan lebih dulu, yang kemudian memengaruhi jalannya laga.

“Kami sebenarnya bisa mengimbangi, tapi tidak memosisikan diri dengan baik. Seharusnya kami melakukan marking di tengah lapangan,” kata Van Gastel.

Kemenangan ini juga memiliki makna emosional bagi Persebaya. Selain memperpanjang tren produktif, hasil 3-0 sekaligus menjadi ajang pembalasan setelah sebelumnya takluk 0-1 dari PSIM pada pertemuan pertama musim ini di kandang sendiri.

Dengan tambahan tiga poin, Persebaya kini mengoleksi 31 poin dan naik ke posisi keenam klasemen Super League 2025/2026, hanya terpaut tipis dari papan atas. Lebih dari sekadar posisi, tren 13 gol dalam enam laga menjadi sinyal kuat bahwa Persebaya berpotensi menjadi ancaman serius bagi siapa pun di putaran kedua.

Jika konsistensi ini terjaga, Bajul Ijo bukan hanya berbicara soal kemenangan demi kemenangan, tetapi juga tentang identitas baru sebagai tim yang agresif, tajam, dan sulit dibendung di depan gawang lawan. (**)

Editor : Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow