Salurkan 200 Becak Listrik Senilai Rp4,4 Miliar di Bondowoso, GSN Ingatkan Tak Boleh Dijual

Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan 200 unit becak listrik senilai Rp4,4 miliar kepada lansia di Kabupaten Bondowoso sebagai bantuan gratis untuk menunjang mobilitas.

25 Jan 2026 - 22:05
Salurkan 200 Becak Listrik Senilai Rp4,4 Miliar di Bondowoso, GSN Ingatkan Tak Boleh Dijual
Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, saat dikonfirmasi usai berkeliling Alun-alun RBA Ki Ronggo dengan becak listrik bersama Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan Forkopimda (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan bantuan becak listrik kepada masyarakat di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok lanjut usia (lansia) guna membantu mobilitas dan menunjang aktivitas sehari-hari.

Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, menjelaskan, becak listrik yang diberikan memiliki spesifikasi daya rendah dan ramah bagi rumah tangga penerima. Daya listrik yang dibutuhkan tidak sampai 450 watt, sehingga masih dapat digunakan di rumah dengan kapasitas listrik terbatas.

“Spesifikasinya ini listriknya tidak sampai 450 watt. Jadi kalau pun terpaksa di rumah harus menambah daya, itu hanya sebentar,” ujar Nanik, Ahad (25/1/2026).

Ia menyebutkan, ketahanan baterai becak listrik tersebut berkisar enam hingga tujuh jam, tergantung beban muatan yang digunakan. Semakin berat muatan, maka daya tahan baterai akan berkurang.

“Kalau muatannya berat tentu lebih cepat habis. Tapi kalau muatannya tidak terlalu berat, bisa dipakai lebih lama,” jelasnya, saat dikonfirmasi di Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso.

Nanik juga mengungkapkan, harga satu unit becak listrik tersebut mencapai Rp22 juta. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan seri awal yang dibanderol Rp15 juta, karena adanya penyesuaian spesifikasi.

“Yang dulu spek pertama itu Rp15 juta, yang buat PT LEN. Sekarang PT Pindad sudah di-adjust jadi lebih kuat, bannya juga lebih besar, sehingga harganya Rp22 juta per unit,” terangnya.

Untuk penyaluran di Bondowoso, Yayasan GSN mendistribusikan sebanyak 200 unit becak listrik dengan total nilai bantuan mencapai Rp4,4 miliar. Seluruh bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada penerima.

“Yang kami bawa ke Bondowoso ini totalnya 200 unit, nilainya Rp4,4 miliar, dan ini diberikan gratis,” tegas Nanik.

Meski demikian, Nanik menekankan adanya sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi oleh penerima bantuan. Becak listrik tersebut tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, maupun dimodifikasi di luar spesifikasi standar yang telah ditetapkan.

“Becak listrik ini tidak boleh dijual, tidak boleh dialihkan ke orang lain, tidak boleh disewakan, dan tidak boleh dimodifikasi. Bantuan ini murni untuk membantu mobilitas penerima, khususnya para lansia,” tegasnya.

Selain itu, penerima juga diwajibkan merawat kendaraan dengan baik dan menggunakannya sesuai peruntukan.

"Untuk perlengkapan keselamatan, helm tidak termasuk dalam paket bantuan dan harus disediakan secara mandiri oleh penerima," imbuh Nanik.

Bantuan becak listrik dari Yayasan GSN ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian lansia serta membantu aktivitas ekonomi ringan tanpa membebani penerima secara finansial. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow