Perempuan Asal Nguling Probolinggo Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Pinggir Sawah, Diduga Alami Kekerasan

Seorang perempuan asal Nguling ditemukan tak sadarkan diri di area persawahan Tongas dengan luka di kepala. Polisi menduga adanya unsur kekerasan dan masih melakukan penyelidikan. Warga diminta tetap waspada dan segera melapor jika mengetahui informasi terkait kejadian ini.

08 Apr 2026 - 18:20
Perempuan Asal Nguling Probolinggo Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Pinggir Sawah, Diduga Alami Kekerasan
Anggota Polsek Tongas sedang melihat kondisi korban di RSUD Tongas. (Foto: Humas Polsek Tongas)

PROBOLINGGO, SJP - Seorang perempuan warga Dusun Polai, Desa Watestani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Probolinggo, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Rabu pagi (8/4/2026). Korban ditemukan di wilayah Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, dengan sejumlah luka di bagian kepala. Hingga kini, peristiwa tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak kepolisian.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, korban diketahui bernama Yuliana (41). Ia ditemukan di area persawahan milik seorang warga bernama Mailin (65), tepatnya di Dusun Bulak, Desa Tanjungrejo. Saat kejadian, pemilik lahan tengah bersiap membersihkan sawahnya sebelum akhirnya dikejutkan dengan keberadaan korban.

Ketika pertama kali ditemukan, kondisi korban cukup memprihatinkan. Ia tergeletak di area persawahan dengan posisi sebagian tubuh masuk ke dalam parit. Tubuhnya menghadap ke arah utara dan tertutup oleh ranting serta dedaunan, sehingga sempat tidak terlihat secara jelas.

Mengetahui adanya kejadian tersebut, pemilik sawah segera melaporkannya kepada pihak berwajib. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Tongas yang datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara.

Kepala Desa Watestani, Sofia, mengungkap, berdasarkan informasi yang ia terima, korban diketahui keluar dari rumahnya pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, korban disebut pergi tanpa mengenakan kerudung.

“Informasi yang saya terima, korban diketahui keluar rumah pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB, dan saat keluar tidak mengenakan kerudung,” ujar Sofia.

Saat ditemukan, korban mengalami luka di bagian belakang kepala serta di pelipis kiri. Karena kondisinya yang tidak sadarkan diri, petugas kepolisian segera mengevakuasi korban ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Tongas guna mendapatkan perawatan medis intensif.

Selain hanya mengenakan daster berwarna hitam, korban juga tidak membawa identitas diri, telepon genggam, maupun barang berharga lainnya. Hal ini turut menjadi perhatian pihak kepolisian dalam mengungkap kronologi kejadian.

Lebih lanjut, Sofia menambahkan bahwa sebelum kejadian, korban diketahui tidak memiliki permasalahan dalam rumah tangga maupun dengan anggota keluarganya.

“Sebelum ditemukan di area persawahan, informasinya korban tidak memiliki masalah dengan suami maupun keluarganya,” imbuhnya.

Setelah korban dilarikan ke rumah sakit, pihak keluarga yang mendapatkan kabar langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban. Suami serta beberapa anggota keluarga lainnya juga telah dimintai keterangan oleh aparat kepolisian guna membantu proses penyelidikan.

Kapolsek Tongas, Kompol Ahmad Jayadi, menyampaikan bahwa korban ditemukan oleh seorang petani dalam kondisi mengenakan daster tanpa pakaian dalam. Saat ini, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Terdapat luka di bagian belakang kepala dan pelipis. Dugaan sementara, korban sempat mengalami kekerasan sebelum ditemukan. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” tegasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow