Penemuan Mayat di Jombang, Hasil Autopsi Mengungkap Dugaan Korban Pembunuhan

Ada luka pada kepala dan perut karena benda tumpul. Penyebab utama karena tenggelam.

11 Feb 2025 - 19:29
Penemuan Mayat di Jombang, Hasil Autopsi Mengungkap Dugaan Korban Pembunuhan
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra saat memberikan keterangan kepada wartawan usai keluar hasil autopsi mayat perempuan di RSUD Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Hasil autopsi mayat ngambang di Sungai Kanal Turi-Tunggorono, Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, mengungkap fakta sebab kematian karena dugaan pembunuhan. 

Mayat perempuan dengan identitas PRA (18) warga Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang mengalami luka pada kepala dan perut karena benda tumpul. 

"Dari hasil autopsi memang ditemukan adanya luka sobek bagian kepala yang diakibatkan benda tumpul dan juga ada indikasi benturan di bagian perut yang bisa mengakibatkan kematian," ungkap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra kepada wartawan di depan kamar jenazah RSUD Jombang, Selasa (11/2/2025).

Merujuk hasil autopsi, kematian korban sendiri penyebab utamanya karena tenggelam. Dimana setelah mengalami luka, diduga kuat korban dimasukkan dalam sungai dan meregang nyawa. 

"Tetapi dari hasil autopsi penyebab kematian pertama adalah hasil dari tenggelam. Ya jadi pada saat dia masuk ke sungai Itu posisinya masih hidup, sehingga diindikasikan meninggalnya karena tenggelam," beber Kasatreskrim. 

"Karena mungkin posisi sebelumnya itu sudah lemas atau memang sudah tidak berdaya sehingga meninggalnya pertama adalah tenggelam," urainya. 

Pihaknya terus melakukan penyelidikan, memintai keterangan para saksi. Begitu juga barang korban, yakni sepeda motor dan hanphone dibenarkan telah hilang, berdasarkan surat-surat kepemilikan yang ditunjukkan keluarga korban. 

"Barang bukti pakaian yang digunakan terus masih ada menggunakan kalung dan juga cincin dan diindikasinya handphone dan juga motor dibawa lari oleh terduga pelaku," jelasnya. 

Saat ini sudah diperiksa dua orang yang pertama kali melihat dan juga tiga teman sekolah. 

"Karena korbankan masih sekolah kelas tiga di salah satu SMA di Jombang," tandasnya. (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow