Penemuan Jenazah Petani di Rawa Desa Sonoageng Nganjuk Gegerkan Warga

Berdasarkan pemeriksaan luar (visum) oleh Tim Inafis Polres Nganjuk dan petugas kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

25 Mar 2026 - 19:30
Penemuan Jenazah Petani di Rawa Desa Sonoageng Nganjuk Gegerkan Warga
Petugas didampingi warga saat menunjukkan mayat di TKP. (Foto Humas for SJP)

NGANJUK, SJP–Warga Dusun Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, digegerkan oleh penemuan sesosok jenazah laki-laki di area persawahan rawa-rawa pada Rabu (25/3/2026) pagi. 

Korban diketahui berinisial JH (76), seorang petani asal Desa Waung, Kecamatan Baron.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekira pukul 08.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, Dody Setiawan dan Teguh Kuncahyo, penemuan bermula saat mereka mendengar teriakan anak kecil yang melihat tubuh manusia dalam posisi tengkurap di pinggir sawah yang tergenang air, tepatnya di sebelah timur makam Desa Sonoageng/Sonogowok.

Mendengar teriakan tersebut, saksi bersama warga lainnya langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban. 

Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Sonoageng, Suharto, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Prambon.

Petugas dari Polsek Prambon bersama Tim Inafis Polres Nganjuk segera tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan identitas korban. 

Setelah identitas dipastikan, petugas menghubungi Pemerintah Desa Waung untuk memberikan informasi kepada pihak keluarga.

Bersama warga sekitar, petugas mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke UPTD Puskesmas Prambon guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan luar (visum) oleh Tim Inafis Polres Nganjuk dan petugas kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada luka bekas penganiayaan. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut, yang diperkuat dengan surat pernyataan," ungkap Iptu Fajar.

Menurut dia, berdasarkan keterangan pihak keluarga dan warga sekitar mengenai kondisi korban sebelum kejadian, JH memang sering bepergian keluar rumah tanpa berpamitan. Diduga karena faktor usia, korban kerap mengalami linglung atau pikun.

Lanjut dia, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, warga sempat bertemu korban di sekitar lokasi dan melihat kondisi tubuhnya yang menggigil kedinginan. Saat itu warga sempat menawarkan bantuan berupa teh hangat, namun ditolak oleh korban.

Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Waung, Kecamatan Baron, untuk proses pemakaman secara layak.

"Diduga karena kondisi fisik yang melemah dan faktor cuaca, korban terjatuh di sawah yang penuh air hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia keesokan harinya," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow