Kos-Kosan di Landungsari Malang Ambrol Terkikis Aliran Sungai, Penghuni Mengungsi

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bangunan kos di Landungsari ambrol. BPBD Malang sterilkan area dan evakuasi penghuni.

11 Oct 2025 - 13:28
Kos-Kosan di Landungsari Malang Ambrol Terkikis Aliran Sungai, Penghuni Mengungsi
Kondisi bangunan kos dua lantai di Dusun Rambaan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, yang ambrol usai diguyur hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (10/10/2025) sore. BPBD Kabupaten Malang telah mensterilkan area karena berisiko roboh susulan. (Foto: Istimewa))

MALANG, SJP — Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Dau pada Jumat (10/10/2025) sore, yang disertai angin kencang, menyebabkan salah satu bangunan kos di Dusun Rambaan, Desa Landungsari, mengalami kerusakan cukup parah.

Air yang meluap dari Sungai Braholo diduga mengikis pondasi hingga menyebabkan ambrolnya bangunan dua lantai di bagian dapur, jemuran, dan kamar mandi.

Peristiwa terjadi sekitra pukul 17.00 WIB, setelah hujan mengguyur lebih dari satu jam. Menurut laporan Kepala Dusun setempat, sebelumnya sudah terlihat tanda-tanda retakan di bagian dapur dan kamar mandi rumah kos milik Ibu Sujiati sejak dua hingga tiga hari terakhir.

Longsoran dengan tinggi lima meter dan panjang sekitar 20 meter itu mengakibatkan pondasi bangunan terkikis, bahkan material bangunan yang runtuh dikhawatirkan menutup aliran sungai jika terjadi longsor susulan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan bahwa tim segera berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian.

“Area belakang bangunan sudah kami sterilkan karena rawan roboh, sementara penghuni kos dievakuasi ke tempat lain,” ujar Sadono, Sabtu (11/10/2025).

Sadono menambahkan, kondisi geografis Desa Landungsari yang berdekatan dengan aliran sungai memang memerlukan kewaspadaan tinggi saat curah hujan meningkat.

“Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing dan bantaran sungai,” tambahnya.

Kemarin Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) telah melakukan assessment awal serta memasang barier line untuk membatasi akses ke area rawan. 

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dua lembar terpal dan barier line dibutuhkan sebagai langkah penanganan," tutupnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow