Pendaftar Beasiswa 1.000 Sarjana Kota Batu Membludak, Tembus 700 Orang untuk Perebutkan 400 Kuota

Membludaknya pendaftar Program Beasiswa 1.000 Sarjana menunjukkan pendidikan tinggi kini semakin menjadi kebutuhan utama generasi muda Kota Batu. Dengan peningkatan kuota dan skema penerima yang lebih luas, Pemkot Batu mencoba membangun fondasi SDM jangka panjang, sekaligus mempersempit kesenjjangan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu

07 May 2026 - 17:30
Pendaftar Beasiswa 1.000 Sarjana Kota Batu Membludak, Tembus 700 Orang untuk Perebutkan 400 Kuota
Kadindik Kota Batu Alfi Nurhidayat (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Antusiasme generasi muda Kota Batu untuk melanjutkan pendidikan tinggi terus meningkat tajam. Hingga penutupan pendaftaran pada 30 April 2026, sedikitnya 700 peserta tercatat masuk dalam sistem Program Beasiswa 1.000 Sarjana yang digagas Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat pada Kamis (7/5/2026) menegaskan bahwa lonjakan jumlah pendaftar tersebut meningkat signifikan dibanding tahap awal program pada tahun sebelumnya.

"Berdasarkan data Dinas Pendidikan, pada gelombang pertama program ini tercatat sekitar 284 pendaftar, dengan 214 peserta lolos verifikasi administrasi dan 273 mahasiswa akhirnya menerima bantuan pendidikan sepanjang 2025," urainya.

Kini, Pemkot Batu menargetkan kuota penerima naik menjadi sekitar 400 mahasiswa pada 2026. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kota Batu tengah melakukan proses verifikasi dan validasi ketat guna memastikan penerima bantuan benar-benar sesuai kriteria.

Mantan kepala DPUPR itu juga membeberkan peningkatan kuota penerima merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang.

“Tahun 2026 ini target kami meningkat menjadi 400 penerima, jauh lebih besar dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 273 mahasiswa. Kami ingin memastikan bantuan ini menjadi investasi riil Pemkot Batu untuk masa depan,” imbuhnya.

Program Beasiswa 1.000 Sarjana dirancang dengan skema inklusif dan tidak hanya berfokus pada nilai akademik semata. Pemerintah membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang, mulai dari jalur prestasi akademik dan non-akademik, keluarga kurang mampu, hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, guru non-ASN, hingga perangkat desa yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka.

Menurut Alfi, setelah proses verifikasi selesai, peserta yang dinyatakan lolos akan dihubungi langsung oleh admin resmi Dinas Pendidikan melalui pesan WhatsApp. Ia berharap program tersebut mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memperkecil kesenjangan akses pendidikan tinggi di Kota Batu.

Pemkot Batu juga menyiapkan dukungan pembiayaan yang cukup besar. Besaran bantuan disesuaikan dengan program studi masing-masing mahasiswa. Untuk jurusan tertentu seperti kedokteran, bantuan pendidikan bahkan dapat mencapai Rp10 juta per semester.

Namun demikian, pemerintah menerapkan aturan ketat terkait masa studi penerima bantuan. Beasiswa hanya diberikan maksimal selama delapan semester atau sesuai masa studi normal. Jika mahasiswa melewati batas tersebut, maka biaya pendidikan selanjutnya menjadi tanggung jawab pribadi.

“Ini bertujuan mendorong mahasiswa agar lulus tepat waktu. Kalau melebihi batas tersebut, pembiayaan selanjutnya menjadi tanggung jawab pribadi. Kami ingin mencetak sarjana yang kompeten sekaligus disiplin,” tegas Alfi.

Meningkatnya jumlah pendaftar dinilai menjadi indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat Kota Batu terhadap pentingnya pendidikan tinggi. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow