Penculik Anak di Mojokerto Dihajar Warga Sebelum Dicokok Polisi
Video penangkapan itu viral di media sosial, lokasinya berada di Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
MOJOKERTO, SJP - Seorang pria berinisial MF (32) menjadi bulan-bulanan warga lantaran diduga telah menculik anak perempuan dan merampas harta bendanya.
Pria asal asal Tambaksari, Kota Surabaya itu hanya bisa pasrah menerima bogem mentah dari warga yang geram dengan aksi pelaku.
Video penangkapan itu viral di media sosial, lokasinya berada di Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Kapolsek Pungging Iptu Selimat saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Dia menyebut penangkapan itu dilakukan oleh anggota Satreskrim Polres Mojokerto pada Ahad (16/2/2025) sekira pukul 10.00 WIB.
Saat itu anggota Satreskrim yang lepas dinas berboncengan naik motor bersama isterinya. Lantas, tiba-tiba ia berpapasan dengan pelaku, hingga akhirnya pelaku diberhentikan.
“Awalnya pelaku tidak mengaku, tapi setelah anggota polisi menunjukkan bukti video, akhirnya pelaku mengaku,” kata Iptu Selimat, Ahad (16/2/2025).
Saat diamankan oleh anggota polisi, pelaku ini pasrah tidak melawan. Namun, saat polisi meminta bantuan kepada warga sekitar, pelaku malah dihadiahi bogem mentah lantaran geram.
Polisi langsung membawanya ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto untuk diamankan.
“Dibawa ke unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan,” tutupnya.
Sebelumnya, MF diduga menjadi pelaku penculikan bocah SD berinisial NS (8) yang terjadi pada Jumat (24/1/2025) lalu.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku membonceng korban menggunakan sepeda motor scoopy berwarna merah lalu membawanya di persawahan tebu Desa Bandarsari, Kecamatan Ngoro.
Saat berada di tepi sawah tebu itu, pelaku menampar korban dan merampas anting milik korban.
Selanjutnya pelaku menyuruh korban tidur dan ditinggalkan oleh pelaku. Korban yang bingung dan menangis akhirnya ditemukan oleh warga dan langsung menghubungi kepolisian terdekat. Hingga akhirnya polisi mengantarkan korban pulang ke rumahnya.
Aksi pelaku membonceng korban terekam camera CCTV, hingga akhirnya pelaku menjadi target operasi (TO) polisi. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

