Pemkot Probolinggo Optimistis Tekan Angka Kemiskinan lewat Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih
Berdasarkan data BPS pada tahun 2024, angka kemiskinan di Kota Probolinggo mencapai 6,18 persen atau sekitar 15.534 jiwa, yang merupakan penurunan dari angka sebelumnya yaitu 16.346 jiwa.
KOTA PROBOLINGGO, SJP—Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan wakilnya, Ina Dwi Lestari, optimistis bisa menekan angka kemiskinan melalui program sekolah rakyat dan koperasi merah putih.
Pernyataan itu disampaikan jelang 100 hari kerja mereka. Aminuddin menyebut, penurunan tingkat kemiskinan di Kota Probolinggo merupakan prioritas utamanya dalam target 100 hari kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2024, angka kemiskinan di Kota Probolinggo mencapai 6,18 persen atau sekitar 15.534 jiwa, yang merupakan penurunan dari angka sebelumnya yaitu 16.346 jiwa.
"Dalam tiga bulan terakhir, kami telah melakukan upaya yang intensif untuk mengurangi angka kemiskinan. Insyaallah, jika dilakukan penilaian kembali oleh BPS, angka kemiskinan kami akan menurun," ungkap Aminuddin.
Menurutnya, program-program pusat yang diterapkan di daerah dapat efektif dalam menurunkan angka kemiskinan.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 8 digit. Target itu pun dianggap luar biasa.
Oleh karena itu, program-program seperti sekolah rakyat dan koperasi merah putih akan terus didorong dan diimplementasikan.
Aminuddin optimistis bahwa melalui program-program tersebut, angka kemiskinan akan dapat dikurangi secara signifikan.
"Sekolah rakyat kami menjadi satu-satunya yang masuk dalam tahap pertama di Jawa Timur. Bahkan mungkin juga di Indonesia. Tahun ini, sekolah rakyat akan mulai beroperasi," tambah Aminuddin.
Selain itu, terkait dengan koperasi merah putih, awalnya Kota Probolinggo hanya mendapatkan alokasi 10 koperasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Namun, setelah melihat potensi yang ada, pihaknya mengajukan tambahan alokasi kepada Pemprov Jatim. Sehingga 29 kelurahan di Kota Probolinggo mendapatkan koperasi tersebut.
Sebanyak 10 koperasi didanai oleh Pemprov Jatim. Sementara sisanya, yakni 19 koperasi didanai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo sendiri.
"Kami berani mengambil langkah ini karena bila seluruh UMKM di tingkat kelurahan dapat memanfaatkan koperasi merah putih untuk mengembangkan usahanya, maka tujuan menurunkan angka kemiskinan dapat tercapai," tutup Aminuddin. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

