Pemkot Kediri Buka Beasiswa Mitra Mapan, Ajak Warga Raih Pendidikan Tinggi
Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kembali membuka pintu kesempatan bagi warganya untuk meraih pendidikan berkualitas melalui program Beasiswa Mitra Mapan.
KOTA KEDIRI, SJP — Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kembali membuka pintu kesempatan bagi warganya untuk meraih pendidikan berkualitas melalui program Beasiswa Mitra MAPAN.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin dalam membangun sumber daya manusia (SDm) yang berkualitas di Kota Kediri.
“Kami yakin pendidikan menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan global. Salah satunya melalui program Beasiswa Mitra MAPAN. Program ini merupakan kemitraan antara Pemkot Kediri dan perguruan tinggi,” ujarnya.
Wali kota termuda ini mengungkapkan, program ini untuk mewujudkan visi membangun Kota Kediri yang Maju, Agamis, Produktif, Aman dan Ngangeni (MAPAN).
Melalui visi tersebut, dia ingin menjadikan Kota Kediri sebagai kota yang tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, dengan SDM yang sejahtera, berdaya, dan berjiwa sosial tinggi.
“Ini program kolaborasi untuk sama-sama mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN. Kami ingin SDM di Kota Kediri benar-benar berkualitas,” ungkapnya.
Mbak Wali menjelaskan, untuk mengakses Beasiswa Mitra MAPAN, pemohon dapat melakukan pendaftaran secara online pada website https://beasiswamapan.kedirikota.go.id.
Ada beberapa syarat dan ketentuan umum yang harus dipenuhi oleh pemohon. Beasiswa ini diperuntukkan bagi warga Kota Kediri. Hal itu dibuktikan dengan kartu keluarga (KK) yang terbit minimal satu tahun sebelumnya.
Program ini diprioritaskan bagi warga Kota Kediri dari keluarga tidak mampu, dengan urutan warga dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) tingkat 1-5. Kemudian warga dengan DT-SEN tingkat 6-10.
Selanjutnya, pemohon dapat memilih tujuan pendidikan dari daftar perguruan tinggi dan fakultas yang telah bekerja sama dengan Pemkot Kediri.
Setelah diterima, penerima beasiswa harus sanggup menjaga IPK minimal 3,25 setiap semester. Untuk durasi beasiswa, 3 tahun bagi jenjang SMK, 4 tahun bagi jenjang S1 dan D4, serta 3 tahun bagi jenjag D3.
Bila melebihi durasi itu, maka akan dikenakan biaya mandiri. Bebas biaya SPP/perkuliahan/UKT, namun tidak mencakup biaya almamater dan wisuda.
Lulusan maksimal dua tahun terakhir, yakni tahun 2023. Sementara untuk Program Studi (Prodi) Kesehatan, ada persyaratan khusus yang telah terlampir.
Kepala Dinas Pendidikan Anang Kurniawan menambahkan, saat mendaftar pemohon harus melampirkan berkas secara online. Yakni, scan KK, scan KTP Kota Kediri, pas foto berwarna 4x6 formal dengan background bebas, scan bukti terdaftar DT-SEN yang didapat dari Dinas Sosial Kota Kediri.
Selanjutnya, pemohon melakukan persetujuan secara online. Seperti, surat pernyataan tidak/akan menerima beasiswa dari sumber lain.
Lalu surat pernyataan kesanggupan pengajuan skripsi/tugas akhir dengan judul yang diangkat harus berkaitan dengan permasalahan/lokus di Kota Kediri.
Kemudian surat pernyataan menyelesaikan pendidikan hingga selesai dengan nilai setiap semester yang dipersyaratkan. Terakhir, harus menandatangani pakta integritas.
Pemohon dapat melakukan pendaftaran dengan langkah-langkah seperti yang dicantumkan di website. Sosialisasi dilakukan pada tanggal 6-10 Agustus. Lalu pendaftaran dan seleksi administrasi di tanggal 11-13 Agustus.
"Pengumuman seleksi administrasi tanggal 15 Agustus. Selanjutnya untuk seleksi wawancara akan dilaksanakan pada 19 dan 20 Agustus serta pengumuman akhir akan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus,” imbuhnya.
Anang memaparkan mengenai pilihan sekolah/perguruan tinggi dan fakultas serta kuota yang tersedia. SMK Bhakti Wiyata dan SMK TI Pelita Nusantara menyediakan kuota 100 orang.
Rinciannya, 20 akuntansi dan keuangan lembaga, 20 kesehatan gigi, 20 rekayasa perangkat lunak, 20 teknik komputer dan jaringan, 20 otomatisasi dan tata kelola perkantoran.
Universitas Islam Kadiri (UNISKA) membuka kuota untuk 2 orang, satu S1 Manajemen Fakultas Ekonomi, dan satu S1 Agroteknologi Fakultas Pertanian.
Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri membuka 100 kuota. Rinciannya, 15 D3 RMIK, 15 D3 Kebidanan, 15 S1 Administrasi Rumah Sakit, 10 S1 Kesehatan Masyarakat, 10 S1 Psikologi, 10 S1 Keperawatan, 5 S1 Kebidanan, 10 S2 Kesehatan Masyarakat masuk di semester ganjil, dan 10 S2 Kesehatan Masyarakat masuk di semester genap.
Universitas Strada Indonesia membuka kuota untuk 6 orang. Rincinya, 3 Fakultas Ekonomi-Bisnis Digital dan 3 Fakultas Ekonomi-Manajemen Ritail.
Universitas Kadiri membuka 14 kuota. Terdiri dari, satu FIK-S1 Kedokteran Gigi, satu FIK-S1 Kebidanan, dua Fisip-S1 Administrasi Publik, dua Fakultas Pertanian-S1 Agribisnis dan S1 Agroteknologi, dua Fakultas Ekonomi- S1 Ekonomi Pembangunan.
Kemudian satu Fakultas Ekonomi-S1 Manajemen, satu Fakultas Ekonomi-D4 Akuntansi Sektor Publik, dua Fakultas Hukum-S1 Hukum, dua Fakultas Teknik-S1 Teknik Sipil dan S1 Teknik Industri.
UNP Kediri membuka 16 kuota. Rinciannya, satu FTIK-S1 Teknik Informatika, satu FIKS-S1 Peternakan, satu FIKS-S1 Pendidikan Matematika, dua FIKS-S1 Pendidikan Biologi, satu FEB-S1 Akuntansi, satu FEB-S1 Pendidikan Ekonomi.
kemudian satu FEB-S1 Manajemen, satu FTIK-D3 Teknik Elektronika, satu FTIK-Teknik Industri, satu FTIK-Teknik Mesin, satu FTIK-Sistem Informasi, dua FKIP-S1 Pendidikan Guru PAUD, satu FKIP-S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta satu FKIP-S1 Pendidikan Sejarah.
UDINUS membuka 25 kuota: 10 Sistem Informasi, 8 Teknik Informatika, dan 7 Manajemen. Sementara Universitas Terbuka membuka kuota untuk 25 mahasiswa di jurusan Pendidikan Agama Islam.
Universitas Brawijaya Kediri membuka kuota 5 mahasiswa: satu Agroteknologi, satu Agrobisnis, satu Sosial Ekonomi dan Perikanan, satu Akuakultur, dan satu Peternakan.
UIN Syekh Wasil Kediri membuka kuota untuk 43 mahasiswa: 9 Studi Agama-Agama, 10 Tasawuf dan Psikoterapi, 14 Ilmu Hadist, 10 Akidah Filsafat, dan 5 Hukum Keluarga Islam.
“Nanti bisa dilihat di pengumuman tentang persyaratan khusus. Di beberapa perguruan tinggi juga ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Silahkan warga Kota Kediri untuk mendaftar,” paparnya. (adv)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

