Ekonomi Jember 2025: Investasi Melonjak 70 Persen di Tengah Kendali Inflasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2026, inflasi tahunan (year-on-year) Jember tercatat pada angka 3,84 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen maupun inflasi Provinsi Jawa Timur sebesar 3,79 persen.

04 Apr 2026 - 11:00
Ekonomi Jember 2025: Investasi Melonjak 70 Persen di Tengah Kendali Inflasi
Bupati Jember, Muhamad Fawait. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP–Kabupaten Jember mencatatkan performa ekonomi yang impresif sepanjang tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), wilayah ini tidak hanya berhasil menjadi magnet investasi yang kuat di Jawa Timur, tetapi juga konsisten menjaga stabilitas ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2026, inflasi tahunan (year-on-year) Jember tercatat pada angka 3,84 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen maupun inflasi Provinsi Jawa Timur sebesar 3,79 persen. 

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga yang relatif lebih kuat di Jember, namun tetap berada dalam rentang yang terkendali.

Gus Fawait menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi terus diperkuat melalui kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan strategi 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif).

"Kami terus bergerak cepat di lapangan melalui operasi pasar rutin dan penguatan sinergi lintas instansi. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan stok BBM, LPG, serta bahan pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat," kata Gus Fawait, Sabtu (4/4/2026).

Beberapa kelompok pengeluaran masih memberikan tekanan inflasi, seperti kelompok perawatan pribadi yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 13,66 persen. 

Meski demikian, terdapat kelompok yang mengalami deflasi, seperti sektor teknologi informasi dan jasa keuangan sebesar 2,56 persen, yang turut membantu menjaga keseimbangan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, sektor penanaman modal menunjukkan kinerja yang sangat positif. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM per Januari 2026 mencatat realisasi investasi Jember tahun 2025 menembus Rp2,57 triliun, atau melonjak sebesar 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,51 triliun.

Pencapaian ini telah melampaui target RPJMD 2025–2029 yang diproyeksikan sebesar Rp1,85 triliun. Sektor properti dan kawasan industri menjadi pendorong utama pertumbuhan investasi di Jember.

"Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal sebesar Rp2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru. Fokus kami adalah memastikan investasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Lima sektor utama yang mendominasi investasi di Jember sepanjang 2025 meliputi perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp1,44 triliun); industri makanan (Rp302,86 miliar); kimia dan farmasi (Rp212,04 miliar); mineral non-logam (Rp176,21 miliar); serta perdagangan dan reparasi (Rp138,4 miliar). (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow